Kota Bogor Raih Penghargaan Menuju Kota Bersih, Dedie A Rachim sebut Awal Menuju Era PSEL

RASIOO.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meraih penghargaan kategori Menuju Kota Bersih dalam rangkaian program Adipura yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.

Penghargaan tersebut diberikan kepada 13 kota dan 22 kabupaten di Indonesia yang dinilai sedang berada dalam fase transisi menuju pengelolaan kebersihan yang lebih baik, berkelanjutan, dan inovatif.

Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang masuk dalam kategori tersebut dengan capaian nilai 65,74 persen, mengungguli 12 kota lainnya.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor bersama masyarakat serta berbagai elemen yang turut berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, usai menerima penghargaan di Jakarta, langsung menuju Balai Kota Bogor untuk menyerahkan simbol penghargaan tersebut kepada jajaran DLH.

Dedie menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari perjuangan dan komitmen bersama seluruh pihak.

“Ini sebuah pekerjaan yang tidak mudah, perlu perjuangan dan komitmen, sehingga Kota Bogor masih dianugerahi penghargaan,” ujarnya.

Meski demikian, Dedie menekankan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tantangan baru dalam pengelolaan sampah, khususnya memasuki era Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau waste to energy.

“Ini bukan pekerjaan yang sudah selesai. Sekarang adalah langkah awal di mana kita harus menghadapi era PSEL, pengolahan sampah menjadi energi listrik,” katanya.

Menurutnya, tantangan utama terletak pada kesinambungan antara pengelolaan di hulu dan hilir.

Pemerintah Kota Bogor, lanjut Dedie, telah menyiapkan infrastruktur di sektor hilir, namun penguatan di sektor hulu tetap menjadi pekerjaan rumah besar.

“Di situlah tantangannya. Antara hulu dan hilir harus nyambung. Sekarang kita sudah menyiapkan hilirnya, tetapi di hulunya tetap harus kita siapkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga, industri, dan perkantoran. Pemilahan sampah dari rumah menjadi kunci utama keberhasilan sistem tersebut.

“Kita mulai pemilahan dari rumah tangga masing-masing, kemudian kita dukung dengan TPS 3R dan bank sampah. Setelah itu, baru sampah yang sudah tidak bermanfaat lagi bisa dikirim ke PSEL,” tuturnya.

Dedie optimistis, dengan dukungan seluruh warga, cita-cita mewujudkan Bogor sebagai kota yang bersih dan berkelanjutan dapat tercapai.

“Ini rangkaian proses yang panjang. Insyaallah sudah sesuai dengan arah kebijakan Kota Bogor,” pungkasnya.

Komentar