RASIOO.id – Dugaan keracunan kembali mewarnai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026 di SDN Karang Mekar Mandiri 1, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat. Informasi mengenai dugaan keracunan tersebut dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan luas warganet di berbagai platform media sosial sejak hari yang sama.
Perhatian publik meningkat setelah sejumlah akun media sosial mengunggah komentar terkait kondisi siswa usai mengonsumsi makanan dari program MBG. Salah satu akun bernama NanoVita Indonesia menyebutkan bahwa puluhan siswa diduga mengalami keracunan. Informasi tersebut langsung memicu reaksi beragam, mulai dari kekhawatiran hingga kritik terhadap pelaksanaan program.
Berdasarkan keterangan yang beredar, jumlah siswa yang diduga terdampak mencapai sekitar 23 orang. Meski belum disertai penjelasan resmi mengenai kondisi medis para siswa, angka tersebut dinilai cukup serius mengingat seluruh korban merupakan anak-anak usia sekolah dasar. Warganet menilai keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap program yang dijalankan di lingkungan pendidikan.
Selain menyoroti jumlah korban, warganet juga mempertanyakan kualitas serta pengawasan makanan yang dibagikan. Beberapa komentar mengaku heran karena makanan yang disebut berupa makanan kering tetap bisa memicu dugaan keracunan. Pelaksanaan MBG di tengah bulan puasa juga turut disorot, terutama terkait penyesuaian menu dan proses penyimpanan makanan.
Kritik lain diarahkan pada penanganan kasus yang dinilai belum terbuka. Warganet mempertanyakan apakah kejadian ini akan ditelusuri secara menyeluruh, termasuk evaluasi terhadap penyedia makanan dan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan MBG. Transparansi dianggap penting agar kepercayaan publik tidak terus menurun.
Di sisi berbeda, terdapat pula komentar yang menyebut kasus dugaan keracunan ini hanya sebagian kecil dibandingkan cakupan MBG secara nasional. Namun pandangan tersebut justru mendapat penolakan karena dianggap mengecilkan risiko dan dampak yang dialami para siswa serta orang tua.
Hingga saat ini, publik masih menunggu kejelasan tindak lanjut dari pihak terkait atas dugaan keracunan yang terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026 tersebut. Publik berharap ada langkah konkret dan evaluasi menyeluruh agar program MBG ke depan dapat berjalan lebih aman dan benar-benar memberi manfaat.
Dikutip dari Tribun Priangan Official.














Komentar