Ramadhan 2026: Panen Raya Cuan Kurma, Omzet Pedagang Tembus 1 Ton per Hari!

RASIOO.id – Bulan suci kembali menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang kurma di Indonesia. Tradisi berbuka puasa dengan buah manis khas Timur Tengah ini mendongkrak permintaan pasar secara signifikan. Sejumlah pedagang bahkan menyebut momen Ramadhan tahun ini sebagai “panen raya” yang paling terasa dalam beberapa tahun terakhir.

Di pusat grosir seperti Pasar Tanah Abang, lonjakan penjualan terlihat jelas sejak pekan pertama Ramadhan. Jika pada hari biasa rata-rata pedagang hanya menjual sekitar 10 kilogram per hari, selama Ramadhan angka itu melonjak hingga 80 kilogram per hari. Untuk pedagang skala besar, penjualan bahkan bisa menembus lebih dari 1 ton dalam sehari, terutama di awal bulan puasa.

Harga jual kurma pun bervariasi, mulai dari Rp25.000 hingga Rp200.000 per kilogram, tergantung jenis dan kualitasnya. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh ukuran buah, tekstur, rasa, serta negara asal.

Impor Naik, Stok Nasional Diperkuat

Untuk memenuhi lonjakan permintaan, volume impor kurma telah ditingkatkan sejak awal tahun. Tercatat, impor kurma mencapai sekitar 16,43 ribu ton sebagai langkah antisipasi stok Ramadhan 2026.

Mesir masih menjadi pemasok terbesar kurma ke Indonesia. Selain itu, pasokan juga datang dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Tunisia. Ketersediaan stok yang melimpah membuat pasokan relatif aman, meskipun permintaan melonjak drastis.

Varian Favorit Tetap Diburu

Di tengah banyaknya pilihan, beberapa jenis kurma tetap menjadi primadona pasar.

Kurma Sukari menjadi salah satu yang paling laris karena teksturnya lembut dan rasa manisnya yang kuat. Jenis ini banyak diburu untuk konsumsi langsung maupun diolah menjadi susu kurma.

Sementara itu, Kurma Ajwa yang dikenal sebagai “Kurma Nabi” tetap menjadi pilihan premium. Meski harganya lebih tinggi, berkisar antara Rp135.000 hingga Rp185.000 per kilogram, peminatnya tidak pernah surut setiap Ramadhan.

Selain itu, Kurma Medjool dengan ukuran besar dan daging tebal serta Kurma Khalas juga banyak dicari untuk stok berbuka puasa keluarga.

Laris, Tapi Margin Menipis

Meski penjualan meningkat tajam, tidak semua pedagang bisa bernapas lega. Persaingan harga yang ketat, biaya logistik, serta maraknya penjualan di platform e-commerce membuat margin keuntungan per kilogram cenderung menipis.

Pedagang di Tanah Abang mengakui bahwa mereka harus lebih kreatif untuk bertahan, mulai dari menjaga kualitas, memberikan promo menarik, hingga memanfaatkan penjualan digital agar tetap kompetitif.

Peluang Reseller Terbuka Lebar

Di balik tantangan tersebut, peluang bisnis kurma tetap terbuka lebar. Menjadi reseller atau memanfaatkan platform digital dinilai sebagai langkah strategis untuk ikut menikmati potensi perputaran uang miliaran rupiah selama Ramadhan.

Ramadhan bukan hanya tentang ibadah dan kebersamaan, tetapi juga momentum ekonomi yang menggerakkan banyak sektor. Dan tahun ini, kurma kembali membuktikan diri sebagai salah satu “primadona manis” yang membawa berkah bagi para pelaku usaha.

Komentar