Ramadhan dan Etika Bermedia Sosial: Menjaga Lisan di Era Digital

RASIOO.id – Bulan suci Ramadhan merupakan momentum penyucian diri, bukan hanya dari makan dan minum, tetapi juga dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, menjaga lisan kini tidak hanya dalam percakapan langsung, tetapi juga melalui media sosial.

Dalam ajaran Islam, menjaga ucapan memiliki kedudukan penting. Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim). Pesan ini relevan dalam kehidupan digital, di mana komentar, unggahan, dan pesan yang ditulis dapat berdampak luas.

 menjaga adab bermedia sosial di bulan Ramadhan merupakan bagian dari menjaga kesempurnaan ibadah. Beberapa etika yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Menjauhi Ghibah dan Fitnah

Mengomentari keburukan orang lain, menyebarkan kabar yang belum tentu benar, atau memperkeruh suasana perdebatan termasuk perbuatan tercela yang dapat mengurangi pahala puasa.

2. Menghindari Perdebatan yang Tidak Bermanfaat

Perbedaan pandangan adalah hal biasa, namun Ramadhan mengajarkan kesabaran dan kelembutan dalam bersikap.

3. Tidak Riya dalam Beribadah

Memamerkan amal ibadah secara berlebihan di media sosial berpotensi mengurangi keikhlasan.

4. Memanfaatkan Media Sosial untuk Dakwah

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk menyebarkan kebaikan, seperti membagikan ayat Al-Qur’an, hadis, atau ajakan bersedekah.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12 agar umat beriman menjauhi prasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, dan menggunjing. Nilai ini sangat relevan dengan fenomena komentar negatif dan ujaran kebencian di dunia maya.

Ramadhan sejatinya menjadi madrasah pengendalian diri. Jika lisan dijaga dari ucapan yang menyakitkan, maka jari pun harus dijaga dari tulisan yang merugikan.

Dengan memperbaiki etika digital selama Ramadhan, umat Muslim diharapkan tidak hanya meraih pahala puasa secara lahiriah, tetapi juga keberkahan secara batiniah. Sebab, menjaga kehormatan sesama dan menyebarkan kebaikan merupakan bagian dari akhlak mulia yang diajarkan Islam.

Komentar