Tarawih Malam ke-7 Ramadhan: Pahala Seperti Membela Nabi Musa AS dari Kezaliman Firaun? Ini Penjelasannya

RASIOO.id – Memasuki malam ke-7 bulan suci Ramadhan, umat Islam kembali diingatkan akan berbagai keutamaan shalat tarawih yang tersebar dalam literatur klasik Islam.

Salah satu yang banyak dikutip di kalangan pesantren dan majelis taklim menyebutkan bahwa orang yang melaksanakan tarawih pada malam ketujuh akan memperoleh pahala seolah-olah hidup di zaman Nabi Musa AS dan ikut menolong beliau dalam menghadapi serangan Firaun dan Haman.

Keterangan tersebut termaktub dalam kitab Durratun Nasihin karya ulama Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad asy-Syakir al-Khaubawi.

Kitab ini dikenal luas di Indonesia sebagai rujukan dalam menyampaikan motivasi dan keutamaan berbagai amal ibadah, khususnya di bulan Ramadhan.

Dalam penjelasannya, disebutkan bahwa pahala tarawih malam ke-7 diibaratkan seperti perjuangan besar membela kebenaran bersama Nabi Musa AS dalam menghadapi kezaliman penguasa tiran pada masanya.

Kisah perjuangan Nabi Musa AS melawan Firaun menjadi simbol keteguhan iman, keberanian, dan ketegasan dalam membela tauhid.

Namun demikian, para ulama mengingatkan bahwa riwayat mengenai keutamaan tarawih malam per malam, termasuk malam ke-7 ini, tidak bersumber dari hadis sahih.

Keterangan tersebut lebih masuk dalam kategori fadhailul a’mal (keutamaan amal), yang berfungsi sebagai motivasi spiritual untuk meningkatkan semangat ibadah, bukan sebagai dalil hukum yang bersifat pasti.

“Yang terpenting adalah menjaga keikhlasan dan konsistensi dalam beribadah. Soal rincian pahala, itu sepenuhnya menjadi hak Allah SWT,” ujar salah satu pengajar di lingkungan pesantren di Bogor.

Meski bukan hadis sahih, banyak masyarakat tetap menjadikan penjelasan tersebut sebagai dorongan untuk semakin khusyuk dan bersemangat dalam menjalankan shalat tarawih.

Terlebih, malam-malam awal Ramadhan dikenal sebagai fase penuh rahmat dan ampunan.

Dengan demikian, momentum malam ke-7 Ramadhan dapat menjadi pengingat bahwa setiap ibadah yang dilakukan dengan iman dan harap kepada Allah SWT memiliki nilai besar di sisi-Nya.

Semangat membela kebenaran, sebagaimana dicontohkan Nabi Musa AS, juga menjadi pesan moral yang relevan sepanjang zaman

Komentar