RASIOO.id – Fenomena tanah bergerak kembali menghantui wilayah timur Kabupaten Bogor, Selasa 3 Maret 2026. Sejumlah permukiman warga dilaporkan terdampak, dengan kerusakan bangunan hingga memaksa beberapa keluarga meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Peristiwa terbaru terjadi di Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri. Tiga rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah akibat pergeseran tanah yang terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Retakan besar tampak di dinding dan lantai rumah, membuat bangunan tak lagi aman untuk dihuni.
Akibat kejadian itu, sembilan orang dari tiga kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Mereka memilih tinggal sementara di rumah kerabat sembari menunggu kondisi dinyatakan stabil.
Tak hanya di Gunung Putri, wilayah lain di Bogor Timur juga masih berada dalam pengawasan ketat. Di Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, pergerakan tanah yang terjadi sejak akhir Januari telah merusak sekitar 60 rumah warga.
Puluhan bangunan di antaranya bahkan dilaporkan hancur total atau mengalami kerusakan berat sehingga tidak layak ditempati. Jumlah warga terdampak di wilayah ini mencapai lebih dari 50 jiwa.
Sementara itu, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, juga masuk dalam daftar wilayah rawan dan terus dipantau aparat setempat guna mengantisipasi potensi pergerakan lanjutan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyebut, tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir menjadi pemicu utama.
Struktur tanah yang labil serta letak permukiman di kawasan perbukitan memperbesar risiko terjadinya pergeseran tanah, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi panjang.
Bupati Bogor telah meninjau langsung lokasi terdampak di Sukamakmur. Pemerintah daerah berkomitmen menyiapkan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya rusak berat, serta mengkaji langkah relokasi permanen untuk korban dengan kerusakan paling parah.
Warga diimbau tetap siaga, khususnya saat hujan deras kembali turun. Masyarakat yang tinggal di lereng atau dekat tebing diminta segera melapor jika melihat tanda-tanda seperti retakan tanah, pohon miring, atau suara gemuruh dari dalam tanah.
Pemerintah berharap situasi dapat segera terkendali dan tidak terjadi korban jiwa dalam rangkaian bencana ini.














Komentar