RASIOO.id – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin 0 Maret 2026. Mata uang Garuda bahkan sempat menembus level psikologis Rp17.001 per USD pada pembukaan perdagangan pagi ini.
Berdasarkan data perdagangan, Rupiah tercatat melemah sekitar 76 poin atau 0,45 persen dibandingkan dengan posisi penutupan sebelumnya. Pelemahan ini menjadi sorotan pelaku pasar karena menembus batas psikologis baru di pasar valuta asing.
Tekanan terhadap Rupiah dipicu oleh sejumlah faktor eksternal yang tengah memengaruhi kondisi pasar global. Salah satunya adalah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, yang memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Selain itu, kebijakan tarif baru yang diberlakukan Amerika Serikat juga ikut memberikan tekanan terhadap pasar keuangan global, termasuk mata uang negara berkembang seperti Rupiah.
Faktor lain yang turut memperburuk kondisi adalah lonjakan harga minyak dunia. Kenaikan harga energi tersebut meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan membuat investor cenderung beralih ke aset yang dianggap lebih aman seperti Dolar AS.
Analis menilai, pergerakan Rupiah dalam beberapa waktu ke depan masih akan dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global, terutama perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi Amerika Serikat.
Meski demikian, pelaku pasar masih menunggu langkah stabilisasi dari otoritas moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tekanan eksternal yang masih tinggi.












Komentar