RASIOO.id – Di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dan Israel, pemerintah Indonesia memastikan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah tersebut tetap aman dan terus dalam pemantauan intensif.
Melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, pemerintah menyampaikan bahwa seluruh perwakilan diplomatik Indonesia di kawasan Timur Tengah terus menjalin komunikasi aktif dengan para WNI hingga Selasa, 10 Maret 2026.
32 WNI dari Iran Dipulangkan
Sebagai langkah antisipasi terhadap situasi keamanan yang semakin memanas, pemerintah telah menyiapkan proses pemulangan bagi sebagian WNI dari Iran.
Sebanyak 32 WNI dijadwalkan tiba kembali di Indonesia pada Selasa, 10 Maret 2026 sebagai bagian dari tahap awal pemulangan yang difasilitasi pemerintah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga di tengah ketegangan militer yang terus meningkat di kawasan tersebut.
Ratusan WNI di Israel Dipastikan Aman
Sementara itu, berdasarkan data dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman, tercatat sekitar 115 hingga 194 WNI saat ini berada di wilayah Israel.
Mayoritas dari mereka tinggal di kota-kota utama seperti Yerusalem dan Tel Aviv. Hingga saat ini, seluruh WNI tersebut dilaporkan dalam kondisi aman dan terus menjalin komunikasi dengan pihak kedutaan.
Ratusan Mahasiswa Indonesia di Iran
Di sisi lain, jumlah WNI di Iran tercatat lebih banyak. Data dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran menunjukkan terdapat sekitar 329 hingga 386 WNI yang berada di negara tersebut.
Sebagian besar dari mereka merupakan mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di kota-kota seperti Qom dan Isfahan.
KBRI di Teheran juga terus memperkuat komunikasi dengan para mahasiswa dan komunitas WNI untuk memastikan kondisi mereka tetap aman serta memberikan arahan terkait langkah-langkah keselamatan jika situasi semakin memburuk.
Pemerintah Terus Siaga
Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus memantau perkembangan konflik di Timur Tengah dan siap mengambil langkah cepat, termasuk kemungkinan evakuasi lanjutan apabila kondisi keamanan semakin memburuk.
Kemlu juga mengimbau seluruh WNI yang berada di wilayah konflik untuk tetap mengikuti arahan dari perwakilan diplomatik Indonesia serta menjaga komunikasi agar proses perlindungan dapat berjalan maksimal





Komentar