RASIOO.id – Ketegangan antara Iran dan Israel kembali meningkat tajam pada Selasa, 10 Maret 2026. Serangan rudal balistik kembali diluncurkan Iran ke sejumlah wilayah Israel dalam gelombang terbaru yang menjadi bagian dari konflik bersenjata yang memanas sejak akhir Februari 2026.
Militer Israel, Israel Defense Forces (IDF), melaporkan telah mendeteksi peluncuran rudal balistik dari wilayah Iran yang menargetkan kawasan pusat Israel, termasuk kota utama Tel Aviv pada Selasa pagi.
Serangan tersebut langsung memicu aktivasi sistem pertahanan udara Israel. Sirene peringatan udara dilaporkan meraung di berbagai kota, sementara sistem pertahanan udara berusaha mencegat sejumlah rudal yang masuk ke wilayah udara Israel.
Menurut IDF, sebagian rudal berhasil dicegat sebelum mencapai target. Namun beberapa proyektil dilaporkan tetap menghantam wilayah perkotaan dan menyebabkan kepanikan di kalangan warga.
Dalam perkembangan terbaru, militer Israel mengklaim telah melancarkan serangan balasan dengan cepat. IDF menyatakan berhasil menargetkan dan menghancurkan sejumlah peluncur rudal milik Iran hanya sekitar sepuluh menit setelah serangan diluncurkan ke arah wilayah utara Israel.
Sementara itu, laporan sebelumnya juga menyebutkan sebuah rudal menghantam stasiun pengisian bahan bakar di wilayah Tel Aviv. Insiden tersebut menyebabkan setidaknya satu orang mengalami luka-luka serta menimbulkan kerusakan pada fasilitas di sekitar lokasi.
Di sisi lain, pemerintah Iran melalui media nasionalnya mengklaim serangan gelombang terbaru berhasil menghantam sejumlah target strategis di Tel Aviv.
Mereka bahkan menyebut salah satu fasilitas perlindungan bawah tanah di kota tersebut mengalami kerusakan akibat serangan rudal.
Situasi di kawasan Timur Tengah pun semakin memanas. Para pengamat menilai eskalasi antara Iran dan Israel saat ini berpotensi memicu konflik yang lebih luas jika kedua pihak terus melancarkan serangan balasan dalam beberapa hari ke depan.














Komentar