RASIOO.id — Minimnya jumlah pengunjung di Pasar Gembrong Kota Bogor menjadi perhatian serius Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Achmad Rifki Alaydrus. Dalam kunjungannya ke pasar tersebut pada Rabu 11 Maret 2026, ia langsung berdialog dengan para pedagang untuk mengetahui berbagai kendala yang mereka hadapi.
Salah satu persoalan utama yang dikeluhkan para pedagang adalah sulitnya akses menuju Pasar Gembrong. Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab sepinya konsumen yang datang untuk berbelanja.
Menurut Rifki, sebagian besar pedagang yang kini berjualan di Pasar Gembrong sebelumnya berasal dari Plaza Bogor dan berharap pasar tersebut dapat dijangkau oleh lebih banyak masyarakat, termasuk dari wilayah Katulampa dan Cimahpar.
“Untuk akses ini kan banyak pedagang dari Plaza Bogor pindah ke sini. Harapannya masyarakat dari Katulampa dan Cimahpar bisa langsung masuk ke sini,” ujarnya kepada rasioo.id.
Namun pada kenyataannya, masyarakat yang ingin berbelanja ke Pasar Gembrong harus menggunakan angkutan umum hingga dua kali perjalanan. Kondisi tersebut dinilai kurang praktis dan membuat banyak calon pembeli enggan datang.
“Sekarang masyarakat yang mau ke Pasar Gembrong harus naik angkot dua kali. Ini tentu harus kita pikirkan,” jelasnya.
Sebagai langkah awal, Rifki berencana mengkaji kemungkinan penyesuaian trayek angkutan umum agar dapat langsung melewati area pasar tersebut.
“Kita akan coba arahkan beberapa trayek angkutan umum supaya bisa masuk ke sini,” tambahnya.
Selain persoalan akses, pedagang juga mengeluhkan sepinya pembeli karena sebagian konsumen masih lebih memilih berbelanja di Pasar Jambu Dua yang dinilai lebih mudah dijangkau.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Rifki menyatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk mencari solusi bersama.
“Kita akan komunikasikan dengan Dinas Perhubungan terkait trayek angkutan umum. Kemudian dengan PD Pasar terkait pengelolaan pasar oleh pihak ketiga,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar berbagai persoalan yang dihadapi pedagang dapat diurai secara menyeluruh.
“Kita akan coba komunikasikan dengan semua dinas terkait supaya permasalahan pedagang ini bisa dicarikan solusi,” pungkasnya.
Para pedagang pun berharap upaya tersebut dapat segera terealisasi sehingga akses menuju Pasar Gembrong menjadi lebih mudah dan jumlah pengunjung kembali meningkat.








Komentar