RASIOO.id – Penukaran uang baru dalam rangka Balaikota Bazar Ramadan Fest 2026 di Balaikota Bogor berakhir ricuh pada Kamis, 12 Maret 2026. Antrean warga yang membludak memicu kekacauan hingga kegiatan akhirnya dibubarkan.
Program penukaran uang baru yang disediakan Bank BJB sebenarnya dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Maret 2026, dengan kuota 100 orang per hari. Namun pada hari pertama pelaksanaan, hanya sekitar enam orang yang berhasil menukarkan uang sebelum kegiatan dihentikan karena situasi tidak kondusif.
Salah satu warga Pasir Kuda, Silvi, mengaku kecewa karena telah mengantre sejak subuh namun tetap pulang dengan tangan kosong.
“Dari subuh antre di sini, terus dibubarin. Aku sudah masuk list yang 100 orang itu, dapat nomor 30. Tapi dibubarin karena yang baru datang tidak terima,” ujarnya kepada rasioo.id, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 15.32 WIB.
Menurut Silvi, warga yang sudah mendapatkan nomor antrean awalnya diminta kembali pada pukul 15.00 WIB. Namun saat ia datang kembali sekitar pukul 13.00 WIB, penukaran untuk kloter pertama sudah dibagikan.
Ia menyebut keputusan tersebut diambil setelah Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim memerintahkan agar antrean segera dibagikan karena jumlah warga yang datang semakin banyak dan dikhawatirkan ada yang pingsan.
“Harusnya yang sudah punya nomor didahulukan. Kita sudah antre dua kali dari pagi, tapi malah yang baru datang ikut ribut,” keluhnya.
Silvi juga mengaku sempat pulang terlebih dahulu setelah antre di pagi hari. Ketika kembali ke lokasi siang hari, situasi justru semakin kacau.
“Tadi pagi pulang belum dapat, terus balik lagi jam 1 siang. Tapi ternyata sudah dibagikan kloter satu. Babinsanya sampai marah-marah karena antrean sudah mengular ke jalan,” ucapnya.
Ia juga menyayangkan kurangnya bantuan petugas untuk menertibkan antrean di lokasi.
“Satpol PP sama petugas banyak, tapi tidak ada yang bantu menertibkan. Kita juga capek dari pagi antre,” katanya.
Akibat situasi yang semakin tidak kondusif, kegiatan penukaran uang baru akhirnya dibatalkan. Warga pun khawatir masalah serupa akan kembali terjadi jika proses antrean harus diulang dari awal pada hari berikutnya.
“Kalau besok harus antre lagi dari awal, pasti akan kacau lagi. Tadi pagi sudah kacau, sekarang kacau lagi,” tuturnya.
Dari total 100 kuota penukaran, hanya sekitar enam orang yang sempat menukar uang sebelum kegiatan dihentikan oleh petugas. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai mekanisme penukaran uang baru untuk hari berikutnya. (Hana)












Komentar