RASIOO.id– Memasuki hari ke-28 Ramadan, umat Muslim diingatkan pada berbagai keutamaan yang diyakini membawa kemuliaan besar di akhirat. Dalam sejumlah khazanah literatur Islam klasik, hari ke-28 disebut sebagai momentum istimewa yang sarat dengan janji pahala dan peningkatan derajat bagi mereka yang istiqomah menjalankan ibadah puasa dan amalan sunnah.
Salah satu rujukan yang kerap dikutip adalah Durratun Nasihin, yang menyebutkan adanya ganjaran luar biasa berupa tempat tinggal megah di surga bagi orang yang berpuasa di hari tersebut.
Dalam penjelasannya, disebutkan bahwa Allah SWT menjanjikan 100.000 kota di surga Al-Khuld yang terbuat dari cahaya. Tidak hanya itu, terdapat pula 100.000 istana dari perak, di mana setiap istana memiliki 100.000 ruangan dari emas serta ranjang yang terbuat dari misk—minyak wangi yang sangat harum.
Meski demikian, para ulama mengingatkan bahwa keterangan tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari fadhilah atau motivasi spiritual, bukan semata-mata angka pasti, mengingat sebagian riwayatnya tergolong lemah (dhaif). Namun esensinya tetap kuat, yakni mendorong umat untuk semakin giat beribadah di penghujung Ramadan.
Selain ganjaran surga, malam ke-28 juga diyakini sebagai waktu yang istimewa untuk melaksanakan salat tarawih. Dalam sejumlah riwayat, disebutkan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang melaksanakan tarawih pada malam tersebut hingga 1.000 tingkat di surga.
Lebih jauh, hari ke-28 termasuk dalam fase sepuluh hari terakhir Ramadan yang dikenal sebagai periode pembebasan dari api neraka (itqun minan nar). Pada fase ini, umat Muslim dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, serta memohon ampunan.
Momentum ini juga erat kaitannya dengan pencarian Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Meski umumnya dicari pada malam-malam ganjil, semangat ibadah di malam genap seperti hari ke-28 tetap penting agar tidak melewatkan kesempatan meraih keberkahan tersebut.
Selain itu, umat Muslim juga dianjurkan mengamalkan doa khusus pada hari ke-28 Ramadan, yang berisi permohonan agar dimudahkan dalam menjalankan amal ibadah sunnah serta dijauhkan dari segala hambatan.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, hari ke-28 Ramadan menjadi pengingat bahwa penghujung bulan suci adalah waktu terbaik untuk memaksimalkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, demi meraih ampunan serta kemuliaan yang dijanjikan di akhirat.











Komentar