RASIOO.id – Muhammadiyah melalui Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bogor resmi melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Sempur pada Jumat, 20 Maret 2026.
Ketua PDM Kota Bogor sekaligus imam salat Idul Fitri, Maizar Madsuri, menjelaskan bahwa pelaksanaan salat tersebut merupakan tindak lanjut dari keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui kajian Majelis Tarjih yang bersifat mengikat bagi seluruh warga persyarikatan.
“Terkait adanya potensi perbedaan dengan pemerintah, kita sudah melakukan komunikasi intensif dengan Pemerintah Kota untuk menjelaskan hal tersebut,” ujar Maizar usai pelaksanaan salat.
Ia menambahkan, potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri sudah diperkirakan sejak awal, mengingat Muhammadiyah memulai puasa Ramadan lebih dahulu, yakni pada 18 Maret 2026.
“Sejak awal kita memang sudah memulai puasa lebih dulu, sehingga sangat terbuka kemungkinan akan terjadi perbedaan dengan keputusan pemerintah melalui sidang isbat,” jelasnya.
Menurutnya, perbedaan tersebut terjadi karena pemerintah masih menggunakan kriteria MABIMS dengan syarat tinggi hilal minimal 3 derajat, sementara Muhammadiyah menggunakan metode wujudul hilal.
Ia juga menyebut, penetapan tersebut telah diperhitungkan melalui Kalender Hijriah Global Tunggal yang telah disosialisasikan oleh Muhammadiyah.
“Sehingga hari ini kita melaksanakan salat Idul Fitri, namun tetap menghormati dan menghargai keputusan pemerintah,” tuturnya.
Maizar menegaskan bahwa metode yang digunakan Muhammadiyah merupakan pedoman yang telah digunakan sejak organisasi tersebut berdiri pada tahun 1912.






Komentar