RASIOO.id– Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai lonjakan arus balik Lebaran yang diprediksi terjadi dalam dua gelombang besar. Para pemudik diminta mengatur waktu perjalanan agar terhindar dari kepadatan lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.
Berdasarkan informasi terbaru, puncak arus balik diperkirakan akan terjadi pada dua periode krusial. Gelombang pertama diprediksi berlangsung pada Selasa, 24 Maret 2026, yang bertepatan dengan berakhirnya masa cuti bersama. Pada hari tersebut, arus kendaraan dari berbagai daerah menuju kota-kota besar diperkirakan meningkat signifikan.
Sementara itu, gelombang kedua diperkirakan terjadi pada akhir pekan, yakni Sabtu hingga Minggu, 28-29 Maret 2026. Periode ini menjadi pilihan bagi masyarakat yang memanfaatkan waktu libur lebih panjang sebelum kembali beraktivitas normal pada Senin, 30 Maret 2026.
Pemerintah mengimbau para pemudik untuk tidak menumpuk perjalanan di tanggal-tanggal tersebut. Masyarakat disarankan memilih waktu perjalanan alternatif guna menghindari kepadatan ekstrem di jalur utama, baik tol maupun jalan arteri.
Selain itu, pengendara juga diingatkan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, menjaga kesehatan, serta mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Dengan perencanaan perjalanan yang matang, diharapkan arus balik Lebaran tahun ini dapat berjalan lebih lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat













Komentar