RASIOO.id – Menjelang Sidang Formatur dalam Mahasabha XIV Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), dinamika internal organisasi kian menghangat.
Di tengah momentum penting ini, KMHDI Lampung tampil dengan sikap tegas: mengawal arah perjuangan organisasi agar tetap berada di rel idealisme dan kepentingan kolektif kader.
Bagi KMHDI Lampung, Mahasabha bukan sekadar agenda rutin pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, forum tertinggi organisasi ini dipandang sebagai titik krusial dalam menentukan masa depan gerakan KMHDI sebagai organisasi kader sekaligus organisasi perjuangan.
“Pemimpin yang lahir dari Mahasabha XIV haruslah kader yang memiliki rekam jejak jelas, teruji dalam perjuangan, serta konsisten menjaga nilai-nilai idealisme organisasi,” demikian sikap yang ditegaskan oleh KMHDI Lampung.
Dalam pernyataannya, KMHDI Lampung juga menegaskan komitmen untuk berdiri di barisan depan dalam mengawal kemenangan kader-kader yang benar-benar berjuang untuk organisasi.
Mereka menolak keras segala bentuk kepemimpinan yang dilandasi kepentingan pribadi, ambisi kekuasaan, maupun praktik politik transaksional yang dinilai berpotensi merusak marwah organisasi.
Tidak hanya itu, mereka juga mengingatkan bahwa pragmatisme dalam proses pemilihan dapat menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan nilai perjuangan KMHDI. Oleh karena itu, integritas dan komitmen ideologis menjadi syarat mutlak bagi setiap calon pemimpin.
Mahasabha XIV diharapkan menjadi momentum kebangkitan nilai-nilai perjuangan, sekaligus penegasan bahwa KMHDI tetap berdiri sebagai organisasi yang berlandaskan idealisme, bukan sekadar alat kepentingan.
Dengan sikap tegas ini, KMHDI Lampung mengirimkan pesan kuat kepada seluruh kader di Indonesia: masa depan organisasi tidak boleh ditentukan oleh kompromi kepentingan, melainkan oleh semangat perjuangan yang murni dan berintegritas.









Komentar