RASIOO.id – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia, Romo R. Muhammad Syafi’i, menghadiri kegiatan Tausiah Kebangsaan di Balai Kota Bogor pada Rabu, 1 April 2026. Acara yang mengusung tema “Mensucikan Hati, Mempererat Silaturahmi, dan Membangun Bogor dengan Ketulusan” ini digelar sebagai momentum penguatan pelayanan publik pasca-Ramadan.
Romo Syafi’i menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan undangan khusus dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Ia menekankan bahwa esensi dari kegiatan ini adalah “Syawalan”, sebuah momen untuk merefleksikan nilai-nilai ketuhanan dalam bingkai kebangsaan.
“Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, merupakan causa prima yang menjiwai seluruh sila lainnya. Hal ini juga selaras dengan Pasal 29 Ayat 1 UUD 1945,” ujar Romo Syafi’i di hadapan jajaran aparatur sipil negara (ASN) Kota Bogor.
Sinkronisasi Ibadah dan Kinerja ASN Menurut Wamenag, tema yang diangkat sangat relevan dengan ibadah puasa yang baru saja usai. Ia berharap melalui proses penyucian hati saat Ramadan, para pejabat dan pegawai di lingkungan Pemkot Bogor dapat kembali ke fitrahnya.
“Dengan hati yang suci, kita bisa saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Sinergi inilah yang menjadi modal utama untuk membangun Kota Bogor ke arah yang lebih baik,” tuturnya.
Apresiasi untuk Pemkot Bogor Secara khusus, Romo Syafi’i memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Bogor yang dinilai jeli memanfaatkan momentum Syawal untuk merajut kembali kebersamaan dengan seluruh stakeholder.
Ia berharap kebersamaan ini berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Harapan saya, seluruh insan Pemkot Bogor dapat bekerja lebih maksimal dan tulus. Orientasi utamanya adalah memberikan pelayanan terbaik bagi warga, khususnya di Kota Bogor,” tambah Wamenag.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenag juga memberikan catatan positif bagi Dedie A. Rachim atas dedikasi dan kinerja yang telah diberikan dalam membangun Kota Bogor selama ini. (Hana)















Komentar