RASIOO.id – Persoalan banjir yang kerap melanda kawasan Parung Jaya, Karang Tengah, Kota Tangerang memicu perdebatan panas antara warga dan pihak pengembang Metland Puri.
Forum musyawarah yang digelar di Kantor Kelurahan Parung Jaya pada Rabu 1 Maret 2026 berubah menjadi ajang saling tuding. Pihak pengembang menyebut sampah warga sebagai penyebab utama banjir, namun pernyataan itu langsung dibantah keras oleh warga.
Perwakilan warga, Damanhuri, menilai tudingan tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Pak Anton, interupsi soal sampah. Bapak sudah cek drainase Puri 11? Hampir semua isinya sampah, bukan dari warga kami. Artinya bapak tidak menguasai data di lapangan,” tegasnya di tengah forum.
Menurutnya, sumber persoalan justru berasal dari kawasan pengembang, khususnya di area Puri 11 yang disebut memiliki saluran drainase penuh sampah dan tidak terkelola dengan baik.
Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan ketidakhadiran pihak Puri 11 dalam musyawarah tersebut. Mereka mendesak agar semua pihak terkait dihadirkan untuk membahas persoalan secara terbuka dan transparan.
“Kami berharap Puri 11 juga hadir. Mohon kepada bapak lurah untuk menghadirkan mereka,” lanjutnya.
Kekhawatiran warga semakin bertambah dengan adanya proyek pengurukan lahan di RS Mandaya. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi memperparah banjir di wilayah sekitar.
“Kami mohon proyek pengurukan tidak dilanjutkan sebelum ada solusi yang jelas,” ujar Damanhuri.
Dalam forum tersebut, warga juga melontarkan kritik keras terhadap sikap pengembang yang dinilai seolah lepas tanggung jawab.
“Metland dan Mandaya memposisikan diri sebagai korban, lalu kami ini sebagai apa?” ucapnya dengan nada tinggi.
🏗️ Pengembang Bantah, Klaim Sudah Bangun Saluran Besar
Di sisi lain, pihak Metland Puri melalui perwakilannya, Anthon, menyatakan telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi banjir, termasuk membangun saluran irigasi berukuran besar.
“Kami sudah menyiapkan saluran irigasi 2×2 meter dari Parung Jaya menuju Kali Angke,” jelasnya.
Namun, pihak pengembang tetap menilai kondisi saluran air di lingkungan warga menjadi salah satu penyebab tersendatnya aliran air.
“Kami temukan banyak sampah di saluran warga. Kami rutin membersihkan saluran kami agar tidak terjadi penyumbatan,” tambahnya.
Metland juga mengaku telah melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mengajak kerja bakti bersama.
Selain itu, mereka menduga ada faktor lain yang turut memicu banjir, seperti kiriman debit air dari proyek lain di sekitar kawasan.
“Dulu tidak separah ini. Sekarang ada lonjakan debit air yang cukup besar, kemungkinan kiriman dari proyek lain,” ungkapnya.
⚖️ Belum Ada Titik Temu, Warga Minta Solusi Nyata
Meski kedua pihak telah menyampaikan argumennya masing-masing, hingga kini polemik penyebab banjir di Parung Jaya masih belum menemukan titik terang.
Baik warga maupun pihak pengembang sama-sama mengklaim sebagai pihak yang terdampak. Namun di tengah perdebatan tersebut, satu hal yang menjadi harapan bersama adalah solusi nyata agar banjir tidak terus berulang.
Pihak Metland Puri sendiri menyatakan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan warga dan pemerintah setempat.
“Kami akan terus support mencari solusi terbaik, karena kawasan kami juga terdampak banjir,” tegas Anthon.
Sementara itu, warga berharap pemerintah dapat turun tangan lebih aktif untuk menjembatani konflik dan memastikan penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh dan adil.













Komentar