RASIOO.ID – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) parkir di RSUD Bakti Pajajaran kembali memicu polemik. Setelah viral di media sosial, kini muncul kontroversi baru: vendor parkir PT Baraya diduga mendatangi rumah pengunggah video tanpa pemberitahuan.
Peristiwa ini mencuat setelah pemilik akun Instagram @Sahatj0607 mengungkapkan keberatannya melalui unggahan terbaru, Senin 6 APRIL 2026 . Ia mengaku kaget karena pihak vendor justru menemui orang tuanya saat dirinya tidak berada di rumah.
Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya mengejutkan, tetapi juga melanggar etika dan privasi keluarga. Ia menilai ada upaya pencitraan yang dilakukan tanpa persetujuan.
“Kenapa seolah-olah sudah meminta maaf ke kami, tapi menggunakan bapak saya? Padahal beliau keberatan,” tulisnya.
Tak berhenti di situ, ia juga mempertanyakan bagaimana pihak vendor bisa memperoleh alamat rumahnya tanpa pernah ada komunikasi sebelumnya. Ia menegaskan tidak pernah dihubungi sebelum kedatangan tersebut.
“Saya tidak pernah dihubungi, tiba-tiba datang dan menemui orang tua saya. Dari mana alamat saya didapat?” ungkapnya.
Pengunggah menegaskan bahwa video yang ia bagikan sebelumnya murni sebagai bentuk respons terhadap dugaan praktik pungli yang terjadi di lapangan. Namun, respons dari pihak vendor justru dinilai melewati batas.
Ia pun mengecam keras tindakan tersebut dan meminta agar komunikasi dilakukan secara terbuka jika memang ingin menyelesaikan persoalan.
“Kalau ingin berdiskusi, silakan hubungi kami. Jangan datang tanpa izin,” tegasnya.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, tidak hanya soal dugaan pungli, tetapi juga terkait perlindungan privasi warga di tengah era digital. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari PT Baraya terkait tudingan tersebut.















Komentar