Harga Plastik Melonjak Tajam, Pedagang Baslok di Bogor Bertahan di Tengah Keuntungan yang Menipis

Harga Plastik Melonjak Tajam, Pedagang Baslok di Bogor Bertahan di Tengah Keuntungan yang Menipis

RASIOO.id – Kenaikan harga bahan baku plastik yang terjadi belakangan ini mulai dirasakan dampaknya oleh para pelaku usaha kecil. Salah satunya dialami Fadli (25), pedagang baso colok (baslok) yang berjualan di kawasan Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor.

Pada Selasa, 7 April 2026, Fadli mengungkapkan keluhannya terkait lonjakan harga plastik yang dinilai cukup memberatkan usahanya. Plastik yang biasa ia gunakan sebagai kemasan dagangan kini mengalami kenaikan signifikan dalam waktu singkat.

“Biasanya saya beli Rp7.500, sekarang sudah Rp12 ribu. Naiknya bertahap, dari Rp9 ribu, Rp11 ribu, sampai sekarang,” ujar Fadli saat ditemui di lokasi.

Tak hanya satu jenis, plastik lainnya juga ikut merangkak naik dari Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu. Kondisi ini membuat biaya operasional semakin membengkak, terutama bagi pedagang kaki lima yang mengandalkan margin keuntungan tipis.

Meski demikian, Fadli memilih tetap bertahan tanpa menaikkan harga jual kepada pelanggan. Ia khawatir jika harga dinaikkan, justru akan berdampak pada penurunan pembeli.

“Ya gimana lagi, kalau nggak dibeli ya nggak bisa jualan. Tapi kalau harga dinaikin, takutnya pembeli kabur,” katanya.

Kenaikan harga plastik hingga lebih dari 50 persen ini memaksa para pedagang untuk memutar strategi agar usaha tetap berjalan. Beberapa bahkan mulai mencari alternatif kemasan yang lebih murah, meski tidak selalu mudah didapat.

Fadli berharap kondisi ini tidak berlangsung lama dan harga bahan baku bisa segera kembali normal, sehingga pelaku usaha kecil sepertinya bisa kembali bernapas lega.

Fenomena ini menjadi gambaran nyata bagaimana gejolak harga bahan baku sederhana sekalipun dapat berdampak langsung pada keberlangsungan usaha mikro di tengah tekanan ekonomi.

Komentar