RASIOO.id – Dinas Pendidikan Kota Bogor menghadiri opening ceremony Festival Anak Istimewa 2026 yang digelar Komunitas Peduli Anak Berkebutuhan Khusus (Kompak) di Botani Square, Sabtu, 11 April 2026.
Perwakilan Dinas Pendidikan Kota Bogor, Ade Mulyawan, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai festival ini memberi ruang bagi anak berkebutuhan khusus untuk menyalurkan bakat dan menunjukkan kemampuan mereka.
“Saya mengapresiasi kegiatan hari ini. Ini jadi wadah bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk menunjukkan potensi yang mereka miliki,” ujar Ade.
Ade juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pendidikan inklusif. Ia menyebut kebijakan itu sudah berjalan sejak 2003, saat pemerintah provinsi menerbitkan surat keputusan terkait sekolah rujukan bagi siswa berkebutuhan khusus.
Menurutnya, Dinas Pendidikan memberi perhatian pada sekolah rujukan, mulai dari penyediaan sarana, penguatan kurikulum, hingga dukungan anggaran.
Selain itu, ia menegaskan semua sekolah di Kota Bogor wajib menerima siswa berkebutuhan khusus. Aturan tersebut tercantum dalam petunjuk teknis PPDB dengan kuota minimal 2 persen.
“Setiap sekolah wajib menerima anak berkebutuhan khusus. Jadi bukan hanya sekolah tertentu saja yang disebut inklusif,” jelasnya.
Ia menilai masih ada anggapan di masyarakat bahwa hanya sekolah tertentu yang bisa menerima siswa berkebutuhan khusus. Padahal, seluruh sekolah memiliki kewajiban yang sama.
Di akhir, Ade menyampaikan pesan kepada para orang tua agar tetap semangat dalam mendampingi anak-anak mereka.
“Anak-anak ini adalah anugerah. Mereka punya kelebihan masing-masing. Tugas kita adalah mendukung dan memaksimalkan potensi mereka,” tutupnya.
Pemerintah Kota Bogor akan terus mendorong terwujudnya sekolah ramah anak dan memenuhi kebutuhan semua siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus.












Komentar