RASIOO.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah II merencanakan pembangunan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 11 Kota Bogor yang akan dimulai pada Juni 2026. Sekolah baru ini akan berlokasi di wilayah Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, tepat di perbatasan Kota dan Kabupaten Bogor.
Kepala KCD Wilayah II Jawa Barat, Erwin Aulia Rachman, menyampaikan bahwa lahan yang disiapkan untuk pembangunan sekolah tersebut memiliki luas sekitar 6.000 meter persegi atau setara dengan 0,6 hektare. Nantinya, SMA Negeri 11 akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti ruang kelas, gudang, lapangan mini soccer, jogging track, taman kota, hingga kantin sekolah.
Untuk tahap awal, pembangunan akan difokuskan pada tiga hingga empat ruang kelas terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena keterbatasan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp7 miliar, termasuk biaya perencanaan dan pengawasan.
“Untuk sementara, siswa angkatan pertama akan dititipkan di SMA Negeri 2 Kota Bogor selama proses pembangunan berlangsung,” ujar Erwin saat meninjau lokasi, Senin 13 April 2026.
Meski demikian, proses penerimaan peserta didik baru akan tetap difokuskan di wilayah Kayu Manis agar masyarakat sekitar dapat lebih mudah mengakses pendidikan. Mekanisme pendaftaran direncanakan dilakukan secara online, dengan opsi lokasi pendaftaran yang fleksibel, baik bekerja sama dengan aparatur wilayah Tanah Sareal maupun melalui fasilitas sekolah yang sudah ada.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, turut menegaskan bahwa pembangunan SMA Negeri 11 menjadi salah satu prioritas pengembangan infrastruktur pendidikan di wilayah tersebut. Ia menyebutkan bahwa pembangunan ditargetkan berlangsung selama 9 hingga 10 bulan.
“Penerimaan siswa akan tetap dilaksanakan tahun ini, namun kegiatan belajar sementara akan dilakukan di SMA Negeri 2 hingga gedung baru selesai dibangun,” jelas Dedie.
Dengan hadirnya SMA Negeri 11, diharapkan dapat meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat di kawasan Tanah Sareal dan sekitarnya, sekaligus mengurangi kepadatan di sekolah-sekolah negeri yang sudah ada.













Komentar