Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Selasa, 14 April 2026. Letusan terjadi sejak pagi hari dan langsung menjadi perhatian publik setelah video dan laporan warga menyebar di media sosial.
Erupsi ini memuntahkan kolom abu yang cukup tinggi ke udara. Selain itu, awan panas dilaporkan meluncur hingga beberapa kilometer dari puncak. Kondisi tersebut membuat wilayah sekitar kembali berada dalam status siaga.
Petugas terus memantau perkembangan aktivitas gunung. Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Semeru diminta tidak mendekati zona berbahaya, terutama di sepanjang aliran sungai yang berpotensi menjadi jalur lahar dan awan panas.
Beberapa warga mengaku sempat panik saat dentuman terdengar dan abu mulai turun. Meski begitu, sebagian lainnya sudah mulai terbiasa dengan aktivitas Semeru yang memang sering mengalami erupsi dalam beberapa waktu terakhir.
Pemerintah daerah bersama petugas terkait juga telah mengingatkan warga untuk:
- Menggunakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik
- Menghindari area rawan bencana
- Mengikuti arahan resmi dari petugas di lapangan
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Namun, situasi masih terus berkembang dan masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan erupsi susulan.
Aktivitas Gunung Semeru memang dikenal fluktuatif. Karena itu, pemantauan intensif terus dilakukan guna mengantisipasi dampak yang lebih luas.









Komentar