RASIOO.id – Penutupan tiga peron di Stasiun Bogor akibat proyek renovasi memicu keluhan dari para pengguna KRL. Minimnya fasilitas peneduh membuat penumpang harus menghadapi cuaca ekstrem khas Bogor—panas terik hingga hujan mendadak—tanpa perlindungan memadai.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) diketahui menutup peron 6, 7, dan 8 untuk dilakukan perpanjangan guna mendukung operasional rangkaian KRL yang lebih panjang. Namun di balik proyek tersebut, kenyamanan penumpang justru menjadi sorotan.
Salah satu penumpang, Naila (32), pekerja yang beraktivitas di Tangerang, mengaku mendukung adanya pembenahan fasilitas, tetapi berharap ada solusi sementara terkait perlindungan dari cuaca.
“Kalau perbaikan sih bagus, jadi lebih luas dan enggak desak-desakan. Tapi ya itu, harus ada penutupnya. Biar enggak kehujanan atau kepanasan, jadi bisa berteduh,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu 15 April 2026
Menurutnya, kondisi ini cukup menyulitkan, terutama saat jam sibuk pagi hari ketika penumpang harus berpacu dengan waktu. Cuaca Bogor yang tidak menentu membuat situasi semakin tidak nyaman.
“Pagi-pagi kan orang buru-buru, ngejar kereta. Kalau tiba-tiba hujan, jadi makin repot,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pengembangan fasilitas untuk menyesuaikan dengan peningkatan kapasitas layanan KRL.
“Dengan adanya pengoperasian rangkaian 12 kereta (stamformasi 12), memang dibutuhkan pengembangan prasarana agar layanan bisa lebih optimal,” jelasnya.
Ia juga memastikan bahwa setelah proses renovasi selesai, peron 6, 7, dan 8 akan difokuskan untuk layanan Commuter Line dengan fasilitas yang lebih baik, termasuk kanopi yang terhubung langsung dengan area selasar.
“Peron yang dibangun nantinya sudah dilengkapi kanopi dan akan tersambung ke selasar, sehingga bisa menjawab kebutuhan penumpang,” tambahnya.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas angkut KRL, seiring terus bertambahnya jumlah pengguna transportasi publik di wilayah Jabodetabek. Meski demikian, masyarakat berharap selama masa renovasi berlangsung, tetap ada solusi sementara agar kenyamanan dan keselamatan penumpang tetap terjaga.











Komentar