RASIOO.id – Menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang kian meningkat, Pemerintah Kota Bogor mengambil langkah serius dengan memperkuat kapasitas personel serta mengintensifkan edukasi lingkungan kepada masyarakat.
Langkah ini diambil setelah adanya peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika terkait fenomena El Nino ekstrem yang disebut “El Nino Godzilla”, yang berpotensi memicu kondisi cuaca tidak menentu hingga meningkatkan risiko bencana di wilayah Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Menurutnya, hasil evaluasi di lapangan menunjukkan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan, khususnya ke saluran air, masih menjadi faktor utama penyebab banjir saat curah hujan tinggi.
“Kita harus menjaga dan melestarikan alam. Jangan buang sampah sembarangan. Kalau kita jaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,” ujarnya di Balaikota Bogor, Senin 20 April 2026.
Sebagai bentuk tindak lanjut, rapat pimpinan akan digelar dalam waktu dekat guna merumuskan strategi komprehensif dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin dinamis. Dalam forum tersebut, penguatan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan difokuskan pada upaya pencegahan serta peningkatan kesadaran lingkungan.
Selain itu, kapasitas personel dari BPBD dan pemadam kebakaran juga terus ditingkatkan. Hal ini mengingat setiap tahunnya terdapat sekitar seribu kejadian darurat yang harus ditangani, mulai dari bencana alam hingga insiden kebakaran.
Upaya mitigasi dan kesiapsiagaan terus diperkuat agar dampak bencana dapat diminimalkan. Edukasi kepada masyarakat juga diharapkan dapat semakin masif dilakukan, sehingga peran aktif warga dalam menjaga lingkungan bisa meningkat.
Dengan kombinasi antara kesiapan personel dan kesadaran masyarakat, risiko bencana akibat cuaca ekstrem diharapkan dapat ditekan, serta ketahanan lingkungan di Kota Bogor dapat terus terjaga.














Komentar