Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS RI Gelontorkan Rp500 Juta untuk Cetak Wirausaha Baru di Kota Bogor

RASIOO.id – Upaya pengentasan kemiskinan tidak lagi hanya dilakukan melalui bantuan konsumtif. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pemerintah Kota Bogor dan BAZNAS Kota Bogor menghadirkan terobosan baru dengan meluncurkan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat produktif, yakni Z-Mart dan Z-Auto, di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Jumat 5 Februari 2026.

Program yang memanfaatkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tersebut dirancang untuk membantu masyarakat kurang mampu agar mampu membangun usaha yang berkelanjutan dan meningkatkan taraf hidup mereka secara mandiri.

Pimpinan Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI, H. Idy Muzayyad, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi nasional BAZNAS dalam menciptakan kemandirian ekonomi bagi para penerima manfaat.

Menurutnya, tujuan utama program bukan hanya memberikan bantuan modal usaha, melainkan mendorong para mustahik agar mampu berkembang menjadi individu yang produktif dan berdaya secara ekonomi.

“Harapan kami, penerima manfaat tidak selamanya berada pada posisi menerima bantuan. Mereka harus bisa naik kelas, dari mustahik menjadi muzakki atau setidaknya menjadi pribadi yang mampu berinfak dan bersedekah kepada sesama,” ujar Idy.

Dalam pelaksanaannya, program Z-Mart memberikan dukungan permodalan bagi pelaku usaha warung kelontong di lingkungan masyarakat. Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp400 juta dan diberikan kepada 50 penerima manfaat yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bogor.

Sementara itu, program Z-Auto difokuskan pada pengembangan usaha bengkel sepeda motor. Melalui program ini, lima penerima manfaat mendapatkan bantuan modal usaha dan pembinaan dengan nilai Rp20 juta per orang.

Tidak hanya menerima bantuan modal, para peserta juga akan memperoleh pendampingan dan pelatihan usaha agar mampu mengelola bisnis secara profesional, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas peluang usaha di masa depan.

Ketua BAZNAS Kota Bogor, Subhan Murtadla, menilai program Z-Mart memiliki peran penting dalam memperkuat roda perekonomian masyarakat tingkat bawah, khususnya di lingkungan perkampungan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi warga sehari-hari.

“Warung kelontong masih menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, dukungan permodalan dan penguatan usaha menjadi sangat penting agar mereka bisa berkembang dan lebih kompetitif,” katanya.

Selain fokus pada sektor ekonomi, BAZNAS Kota Bogor juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan lain yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk penanganan masalah gizi dan stunting.

Salah satu program yang saat ini berjalan adalah pemberdayaan masyarakat melalui usaha peternakan ayam petelur yang melibatkan puluhan warga sebagai penerima manfaat.

“Kami juga sedang mengembangkan program peternakan ayam petelur yang melibatkan sekitar 20 warga. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan gizi keluarga,” jelas Subhan.

Ia berharap sinergi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga program-program pemberdayaan seperti Z-Mart dan Z-Auto mampu menjangkau lebih banyak warga yang membutuhkan.

Dengan pendekatan yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kemandirian, program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi angka kemiskinan dan menciptakan pelaku usaha baru yang mampu menggerakkan ekonomi lokal di Kota Bogor.

Komentar