KSPSI Banten Siapkan 15 Ribu Buruh Turun ke Monas, Konsolidasi Akbar Jelang May Day 2026

RASIOO.id — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPD KSPSI) Provinsi Banten menggelar konsolidasi akbar di Aula Kantor DPD KSPSI Banten, Cikokol, Kota Tangerang, Senin (20/4).

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk mematangkan persiapan keberangkatan ribuan buruh dari Banten yang akan mengikuti aksi nasional pada 1 Mei 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten, Dedi Sudarajat, mengatakan konsolidasi dilakukan untuk menyatukan kekuatan organisasi dari berbagai tingkatan, mulai dari pengurus daerah hingga unit kerja.

“Konsolidasi ini fokus pada kesiapan peserta yang akan berangkat ke Monas. Kita ingin semua terkoordinasi dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan sementara, jumlah peserta dari Banten telah mencapai 15.652 orang. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring proses pendataan yang masih berjalan hingga 24 April 2026.

“Data sementara sudah 15 ribu lebih. Masih ada kemungkinan bertambah karena kami masih membuka pendataan dari tingkat PD, PC, dan PUK,” jelasnya.

Secara nasional, peringatan May Day 2026 dipusatkan di beberapa titik strategis, seperti Gedung DPR RI, Istora Senayan, dan Monas, dengan estimasi kehadiran sekitar 200 ribu buruh dari seluruh Indonesia.

Selain mempersiapkan massa, KSPSI Banten juga menyusun berbagai tuntutan terkait isu ketenagakerjaan. Salah satu fokus utama adalah mengawal lahirnya regulasi ketenagakerjaan yang dinilai adil bagi semua pihak.

“Tema yang diusung adalah mengawal undang-undang ketenagakerjaan baru yang adil, baik untuk pekerja, pengusaha, maupun pemerintah,” katanya.

Dedi menegaskan, sesuai instruksi DPP KSPSI, peringatan May Day untuk wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat akan dipusatkan di Monas.

Momentum ini dinilai penting karena menjadi kesempatan bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Ini momen langka. Kita bisa menyampaikan tuntutan langsung di depan Presiden. Kami mengajak seluruh buruh memanfaatkan kesempatan ini dengan baik,” tegasnya.

Ia berharap, peringatan May Day 2026 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga mampu mendorong pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan dan kesejahteraan pekerja di Indonesia.

Komentar