RASIOO.id – Pemerintah Kota Bogor menyiapkan dua proyek Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Galuga dan Kayu Manis sebagai langkah serius mengatasi persoalan sampah dari hulu hingga hilir.
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menjelaskan bahwa fasilitas PSEL di Galuga dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga 1.500 ton sampah per hari. Sementara itu, proyek kedua di Kayu Manis akan menyusul dengan kapasitas sekitar 1.000 ton per hari.
“Fasilitas di Galuga direncanakan memiliki kapasitas 1.500 ton per hari, sementara di Kayu Manis sekitar 1.000 ton per hari,” ujarnya.
Pemkot menargetkan proses groundbreaking dimulai pada Juni mendatang. Tahap ini menjadi penanda dimulainya konstruksi fisik proyek. Kedua fasilitas tersebut diproyeksikan bisa beroperasi penuh pada Januari 2028.
Langkah ini diambil untuk memastikan pengelolaan sampah dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya di tahap akhir, tetapi juga sejak dari sumbernya.
Selain pembangunan infrastruktur, Pemkot juga mendorong perubahan perilaku masyarakat. Warga diharapkan mulai memilah sampah organik dan non-organik secara mandiri.
“Harapannya masyarakat bisa mulai memilah sampah dari rumah. Jadi yang masuk ke proses pembakaran hanya sampah residu,” tambahnya.
Dengan kombinasi teknologi dan partisipasi warga, Pemkot optimistis persoalan sampah di Kota Bogor bisa ditangani lebih efektif dalam beberapa tahun ke depan.















Komentar