RASIOO.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor menyebut wilayah Kabupaten Bogor tengah mengalami perubahan cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.
Kalak BPBD Kabupaten Bogor, Ade Hasrat, menjelaskan kondisi cuaca saat ini masuk fase pancaroba. Siang hari terasa terik, namun berubah drastis menjadi hujan dengan intensitas tinggi pada sore hingga malam.
“Seharusnya sudah masuk kemarau, tapi masih sering hujan. Pola cuaca seperti ini yang memicu longsor dan kerusakan,” kata Ade, Kamis, 23 April 2026.
Ia menambahkan, perubahan cuaca yang tidak stabil ini menjadi pemicu utama bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Kondisi tanah yang kering di siang hari menjadi rentan saat diguyur hujan deras di malam hari.
Selain faktor cuaca, sistem drainase yang belum optimal juga memperparah terjadinya banjir di beberapa titik.
Pemerintah Kabupaten Bogor sendiri telah menetapkan status darurat bencana sejak 4 April 2026 di 16 kecamatan. Status tersebut kemudian diperluas pada 18 April hingga mencakup 34 kecamatan.
Dari sejumlah kejadian bencana yang terjadi, tercatat lebih dari 300 warga terdampak. Mayoritas dampak berupa kerusakan rumah, terutama kategori rusak berat.
“Jumlah pengungsi tidak terlalu banyak karena sebagian besar kejadian berupa kerusakan rumah,” tutupnya.















Komentar