RASIOO.id – Peringatan haul ke-148 Raden Saleh digelar di kawasan makamnya di Empang, Bogor Selatan, Kamis, 23 April 2026. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda doa bersama, tetapi juga ruang refleksi atas nilai perjuangan dan intelektualitas tokoh seni nasional tersebut.
Ketua panitia, Turmudi Hudri, menjelaskan rangkaian acara dimulai sejak pukul 14.30 WIB, meliputi dzikir, tahlil, maulid, pembacaan manaqib, hingga tausyiah dan baiat thoriqoh.
Menurutnya, Raden Saleh bukan sekadar pelukis, melainkan simbol keberanian dan nasionalisme yang melampaui zamannya.
“Beliau membuktikan bahwa anak bangsa bisa diakui dunia tanpa kehilangan jati diri,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kedekatan Raden Saleh dengan semangat perjuangan nasional, termasuk dukungannya terhadap Pangeran Diponegoro. Hal itu tercermin dalam karya-karya lukisnya yang menggambarkan perlawanan terhadap kolonialisme.
Tradisi haul ini sekaligus menjadi gambaran kuatnya nilai toleransi di Kota Bogor. Pada saat pemakaman Raden Saleh, ribuan masyarakat lintas latar belakang turut mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya.
Dalam tausyiahnya, Habib Luthfi bin Yahya mengungkap bahwa Raden Saleh memiliki garis keturunan pejuang. Ia juga menegaskan kekaguman Raden Saleh terhadap Pangeran Diponegoro menjadi salah satu alasan kepulangannya ke Indonesia.
“Beliau tidak terima dengan penggambaran penangkapan Diponegoro oleh pelukis Belanda, lalu membalasnya dengan karya yang lebih bermartabat,” jelasnya.
Ia menambahkan, haul ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kehormatan dan jati diri bangsa.
Ke depan, panitia dari JATMA ASWAJA berencana mengembangkan kegiatan ini menjadi Festival Raden Saleh yang dijadwalkan berlangsung pada 10 November 2026. Agenda tersebut akan diisi lomba menulis, pameran seni, hingga kuliner perpaduan Timur dan Barat khas Empang.
Selain itu, pemugaran kawasan makam juga terus dilakukan, termasuk pembangunan joglo di situs bersejarah yang pernah direvitalisasi pada masa Soekarno.
Dengan pengembangan tersebut, nilai-nilai perjuangan Raden Saleh diharapkan tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini.










Komentar