RASIOO.id – Warga Kelurahan Ciwaringin, Kota Bogor, kembali mengeluhkan lambatnya penanganan tebing rawan longsor setelah rumah milik Ramdhani Yusuf (30), warga RT 03 RW 11, terdampak bencana longsor di kawasan bawah Balitvet.
Korban mengaku sudah sejak lama mengingatkan pemerintah soal kondisi tebing yang rawan dan meminta pemasangan bronjong sebagai langkah pencegahan. Namun hingga kini, belum ada realisasi.
“Saya dari dulu sudah menyarankan, karena tebingnya memang rawan. Bahkan sempat terpikir pakai bambu untuk mencegah longsor,” ujar Ramdhani saat ditemui usai kejadian longsor pada Jumat 17 April 2026.
Ia juga menyebut pengajuan pemasangan bronjong sudah dilakukan sejak dirinya masih sekolah. Meski begitu, respons yang diterima saat itu belum memberikan kepastian.
“Sudah lama sekali diajukan, tapi jawabannya masih nanti-nanti saja,” tambahnya.
Menanggapi hal ini, pihak Kelurahan Ciwaringin menyatakan telah mengambil langkah tindak lanjut. Lurah Ciwaringin, Ade Suryana, mengungkapkan adanya kendala kewenangan lahan.
“Kendala utama karena lahan tersebut masuk kewenangan Sumber Daya Alam di tingkat provinsi,” jelasnya saat ditemui pada Senin 27 April 2026.
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk mencari solusi percepatan penanganan.
“Kami diminta untuk bersurat ke dinas provinsi. Tapi kami juga sudah melakukan koordinasi dan terus mendorong agar bantuan bronjong bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Meski belum ada kepastian waktu pelaksanaan, pemerintah kelurahan menegaskan tidak tinggal diam dan terus berupaya menindaklanjuti keluhan warga.
“Kami memahami ini menjadi kekhawatiran warga, karena mereka tinggal di area rawan bencana. Kami akan terus dorong agar penanganan bisa segera dilakukan,” tutupnya.













Komentar