RASIOO.id– Perumda Air Minum Tirta Kahuripan Kabupaten Bogor bergerak cepat menangani gangguan distribusi air bersih di wilayah Tarikolot yang berdampak pada 1.021 pelanggan, Jumat, 17 April 2026.
Langkah percepatan ini dilakukan setelah perusahaan menerima sejumlah aduan pelanggan melalui layanan pengaduan dan media sosial resmi terkait menurunnya pasokan air di kawasan tersebut.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, gangguan terjadi akibat penurunan tekanan pada jalur distribusi Metro–Cibinong yang memengaruhi aliran air menuju wilayah Tarikolot.
Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Kahuripan, Abdul Somad, mengatakan pihaknya telah menjalankan berbagai langkah strategis guna mempercepat normalisasi layanan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni pembangunan jaringan pipa baru sepanjang kurang lebih 683 meter dengan diameter 6 inci dari Booster Citeureup menuju Tarikolot melalui jalur Cibinong–Citeureup atau Booster Pump Sukaraja. Proyek tersebut telah rampung pada 10 April 2026.
“Selain itu, kami juga melakukan optimalisasi sistem distribusi melalui penambahan debit inlet, pemasangan valve untuk pengaturan aliran, serta peningkatan tekanan pompa di Booster Pump Citeureup. Upaya ini diperkuat dengan penambahan suplai dari Booster Az-Zikra Sentul untuk mendukung kebutuhan air di wilayah Tarikolot,” ujarnya.
Sebagai bagian dari percepatan pemulihan, pada Jumat, 17 April 2026, petugas Tirta Kahuripan melakukan pemasangan gate valve dan tapping pipa di jalur Pondok Citeureup–Tarikolot.
Pekerjaan tersebut dilakukan sejak malam hingga pagi hari agar proses optimalisasi jaringan distribusi dapat berjalan maksimal dan tekanan air yang diterima pelanggan meningkat secara bertahap.
Saat ini, tim distribusi masih terus melakukan pengaturan sistem pengaliran dan optimalisasi sumber pasokan yang tersedia.
Perusahaan berharap berbagai langkah teknis ini dapat segera memulihkan layanan sehingga pelanggan di wilayah Tarikolot kembali mendapatkan suplai air bersih dengan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas yang terjaga.
Manajemen Tirta Kahuripan juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pengaliran yang terjadi cukup lama. Gangguan tersebut disebut merupakan bagian dari proses evaluasi pengaliran dari hulu ke hilir melalui tahapan step test.
Selain itu, perusahaan mengapresiasi pelanggan yang aktif melaporkan gangguan melalui kanal resmi perusahaan.
Menurut manajemen, laporan pelanggan menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan di lapangan sekaligus memastikan respons yang lebih tepat sasaran.
Tirta Kahuripan menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan distribusi air bersih bagi masyarakat Kabupaten Bogor.














Komentar