RASIOO.id — Jembatan di Gang Ago kembali roboh setelah fondasinya terkikis arus sungai usai hujan deras pada Senin, 4 Mei 2026. Peristiwa ini membuat akses warga terganggu karena jembatan tersebut menjadi penghubung utama kawasan permukiman.
Warga setempat, Iwan, menjelaskan kerusakan sudah terlihat sejak muncul retakan pada badan jalan dan bagian bawah jembatan yang mulai berlubang. Kondisi itu semakin parah saat debit air meningkat.
“Jembatan itu tingginya sekitar 3 meter saat air normal. Tapi kalau hujan deras, air naik hampir menyentuh jembatan. Karena bagian bawahnya sudah bolong dan terkikis, akhirnya ambruk terbawa arus,” ujarnya di lokasi.
Tak hanya jembatan, sebuah bangunan masjid di dekat aliran sungai juga dilaporkan mengalami kerusakan serius. Struktur bangunan mulai retak sejak Minggu, 3 Mei 2026 malam akibat tekanan tanah dan aliran air.
Kejadian ini menambah daftar bencana longsor di wilayah tersebut. Sebelumnya, pada 2022, sisi lain jembatan juga sempat ambruk dan telah diperbaiki oleh pemerintah sekitar dua hingga tiga tahun lalu.
“Dulu longsornya di sisi kanan, sekarang pindah ke kiri. Jadi jembatan ini baru bertahan sekitar 2–3 tahun setelah diperbaiki, sekarang ambruk lagi,” tambah Iwan.
Saat ini, warga yang hendak menuju area belakang Gang Ago harus memutar melalui jalur alternatif melewati gang gapura yang lokasinya tidak jauh dari titik kejadian.
Warga berharap ada penanganan yang lebih permanen dari pemerintah, mengingat area permukiman dan tempat ibadah di sekitar sungai terus terancam longsor setiap musim hujan.















Komentar