RASIOO.id– Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, menyoroti kebiasaan membuang sampah sembarangan sebagai salah satu penyebab utama banjir dan longsor di wilayahnya, terutama di tengah cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi.
Menurut Dedie, curah hujan dalam beberapa hari terakhir mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), intensitas hujan bahkan mencapai 70 hingga 110 milimeter (mm), dan dalam kondisi tertentu bisa lebih tinggi dalam waktu singkat.
“Hujan deras dalam waktu singkat saja sudah cukup membuat debit air meningkat drastis. Kalau saluran air tersumbat, pasti akan meluap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya saluran drainase yang tersumbat sampah. Salah satu temuan yang cukup mengejutkan adalah keberadaan benda-benda besar seperti kasur yang dibuang ke dalam saluran air.
“Di Jalan Dadali misalnya, hujannya tinggi, tapi yang bikin air tidak mengalir itu karena ada kasur di dalam got. Air mau lewat ke mana?” katanya.
Dedie pun mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menjadikan got maupun sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Ia meminta warga lebih bijak dalam mengelola barang bekas, termasuk kasur yang sudah tidak terpakai.
“Kalau masih bisa dimanfaatkan, lebih baik diberikan kepada yang membutuhkan. Jangan dibuang ke saluran air,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menyinggung kejadian banjir lintasan yang terjadi di kawasan Yasmin Sektor 6, yang disebutnya sebagai peristiwa di luar perkiraan karena belum pernah terjadi sebelumnya.
Menurutnya, kombinasi antara curah hujan ekstrem dan buruknya kondisi drainase menjadi faktor utama terjadinya genangan air di sejumlah titik.
Untuk mengantisipasi potensi bencana ke depan, Dedie mengaku telah menginstruksikan seluruh aparatur kelurahan agar lebih sigap dalam memetakan wilayah rawan, termasuk memantau pembangunan yang berpotensi mengganggu aliran air.
“Bangunan yang menutup saluran atau berada terlalu dekat dengan sungai harus diawasi. Ini bisa jadi pemicu bencana,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Bogor akan terus memperkuat langkah pencegahan dan penanganan cepat terhadap bencana, namun peran aktif masyarakat tetap menjadi kunci utama.
“Kalau kita semua peduli dan tidak buang sampah sembarangan, risiko banjir bisa kita tekan bersama,” pungkasnya. (*)










Komentar