Diskominfo Kabupaten Bogor Genjot Audit TIK, Targetkan Layanan Publik Lebih Aman dan Terintegrasi

RASIOO.id — Pemerintah Kabupaten Bogor mulai serius membenahi sistem digital. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), sosialisasi audit Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) digelar sebagai langkah awal memperkuat keamanan dan integrasi layanan publik.

Kegiatan berlangsung secara hybrid di Ruang Rapat H.R Rasuna Said, Cibinong, Selasa, 5 Mei 2025. Pesertanya berasal dari berbagai perangkat daerah dan RSUD di lingkungan Pemkab Bogor, dengan menghadirkan narasumber dari Relawan TIK dan tenaga ahli di bidang teknologi.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, menjelaskan bahwa pengelolaan TIK saat ini makin kompleks. Mulai dari jaringan, pusat data, hingga banyaknya aplikasi layanan publik yang dipakai tiap instansi.

Masalah yang masih sering muncul adalah sistem yang berjalan sendiri-sendiri. Padahal, banyak data yang sebenarnya bisa dihubungkan untuk meningkatkan efisiensi layanan.

“Masih ada ego sektoral. Padahal datanya sama dan bisa diintegrasikan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti risiko yang dihadapi pemerintah daerah, seperti ancaman siber, potensi gangguan sistem, hingga kendala integrasi data. Jika tidak dikelola dengan baik, hal ini justru bisa menghambat pelayanan ke masyarakat.

Lewat audit TIK, pemerintah ingin memastikan semua sistem berjalan efektif, aman, dan sesuai standar. Audit ini juga jadi cara untuk mengecek kesiapan infrastruktur digital yang digunakan.

Ada tiga tujuan utama dari audit ini:

  1. Menyamakan pemahaman perangkat daerah agar sesuai standar SPBE, terutama soal efektivitas dan keamanan.
  2. Menguatkan pengendalian internal dengan mendeteksi celah keamanan dan potensi pemborosan sejak awal.
  3. Mendukung pembangunan zona integritas menuju pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Bambang menegaskan, sosialisasi ini bukan sekadar kegiatan formal. Ini adalah tahap awal sebelum audit lebih mendalam dilakukan pada sistem dan aplikasi penting di tiap instansi.

Ia juga meminta seluruh perangkat daerah untuk terbuka dan aktif bekerja sama dengan tim auditor agar proses berjalan lancar.

Beberapa dinas dan rumah sakit daerah sudah ditetapkan sebagai objek audit tahun ini. Mereka diminta segera bersiap agar pelaksanaan audit tidak terhambat.

“Kegiatan ini untuk membantu semua pihak, supaya sistem yang ada bisa lebih maksimal, aman, dan terintegrasi,” tambahnya.

Melalui langkah ini, Pemkab Bogor menargetkan tata kelola TIK yang lebih rapi dan terhubung, sehingga kualitas layanan publik berbasis digital bisa terus meningkat.

Komentar