RASIOO.id — Program pengelolaan limbah kini mulai digarap lebih serius di Kota Bogor. Perumda Tirta Pakuan resmi meluncurkan layanan lumpur tinja terjadwal (LLTT) di kawasan Tanah Baru, Jalan Pangeran Asogiri, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Peresmian ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama jajaran Dinas PUPR, camat, lurah, dan pihak PDAM.
Dedie menjelaskan, program ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan nasional yang merujuk pada regulasi pemerintah tentang penyediaan air minum dan pengelolaan limbah, yang juga sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita harus merespons amanat undang-undang terkait pengelolaan air bersih dan limbah. Daerah tidak cukup hanya fokus pada air bersih, tapi juga harus siap mengelola limbah,” ujarnya.
Saat ini, capaian layanan pengelolaan limbah di Kota Bogor masih sekitar 6 persen. Angka tersebut dinilai masih jauh dari target ideal. Karena itu, Pemkot mendorong kolaborasi lintas sektor agar percepatan bisa dilakukan.
Menurut Dedie, sinergi antara Perumda Tirta Pakuan, Perumda Transpakuan, dan Dinas PUPR menjadi kunci untuk mengejar target layanan yang lebih luas.
“Kita belum bisa langsung 100 persen. Infrastruktur seperti IPAL masih harus terus ditambah agar bisa menampung kebutuhan seluruh warga,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Rino Indira Gusniawan, menyebut program ini bagian dari upaya memenuhi standar kota sehat sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Ia menjelaskan, konsep idealnya adalah 100-0-100, yaitu 100 persen akses air bersih, nol kawasan tanpa sanitasi, dan 100 persen pengelolaan limbah.
“Sekarang baru sekitar 6 persen yang terlayani. Artinya, masih banyak pekerjaan ke depan,” katanya.
Rino menambahkan, operasional pengelolaan limbah akan dijalankan oleh Perumda Tirta Pakuan, sementara armada penyedotan akan dikelola bersama Perumda Transpakuan melalui sistem kontrak berbasis kinerja.
“Pembayaran dilakukan berdasarkan jumlah rumah yang disedot. Untuk saat ini, layanan masih gratis bagi masyarakat sampai ada kebijakan lanjutan,” jelasnya.
Program ini diharapkan jadi langkah awal memperbaiki sistem sanitasi kota sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan warga.












Komentar