Ditolak Warga, Komisi III DPRD Kota Bogor Sentil Pemkot Soal Sosialisasi PSEL Kayumanis

RASIOO.ID — Rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di wilayah Kayumanis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, kembali menuai sorotan. Kali ini, Komisi III DPRD Kota Bogor ikut angkat suara dan menyoroti minimnya sosialisasi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) kepada masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Ahmad Aswandi, menegaskan bahwa pendekatan kepada warga harus menjadi prioritas sebelum proyek dijalankan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan menyeluruh menjadi kunci agar masyarakat memahami manfaat dari teknologi PSEL.

“Pemkot Bogor seharusnya mendengarkan dulu suara warga Kayumanis, bukan langsung menentukan program. Sosialisasi itu penting dan tidak boleh dianggap sepele,” ujar pria yang akrab disapa Qwonk, Rabu 6 Mei 2026.

Meski proses nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah pusat, Kota Depok, dan Kota Bogor telah rampung, Aswandi menilai pekerjaan rumah terbesar saat ini adalah memastikan masyarakat benar-benar paham dan menerima proyek tersebut.

Ia mengungkapkan, dalam pertemuan yang digelar di Balai Kota Bogor beberapa waktu lalu, pihak DPRD telah mengingatkan Pemkot agar sosialisasi tidak hanya menyasar tokoh masyarakat, tetapi juga menjangkau warga secara luas, khususnya yang berada di sekitar lokasi pembangunan.

“Kami sudah ingatkan, warga Kayumanis yang terdampak harus dilibatkan. Jangan hanya tokoh saja, tapi seluruh masyarakat harus tahu dan merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Sebelumnya, penolakan dari warga—terutama kalangan ibu-ibu—ramai mencuat di media sosial. Mereka mengaku khawatir terhadap potensi dampak kesehatan dan lingkungan, serta menilai kurangnya informasi yang diterima mengenai proyek tersebut.

Menanggapi kekhawatiran itu, Aswandi memahami bahwa persepsi masyarakat masih dipengaruhi oleh bayangan lama terkait tempat pembuangan sampah konvensional.

“Dulu kan yang terbayang itu sampah bau, kotor, dan menumpuk. Padahal sekarang sudah pakai teknologi modern. Nah, ini yang harus dijelaskan ke masyarakat,” katanya.

Ia menekankan bahwa PSEL merupakan solusi pengolahan sampah berbasis teknologi yang lebih higienis, terkontrol, dan dirancang untuk meminimalkan dampak lingkungan, sekaligus menghasilkan energi listrik.

“Hari ini kita bicara teknologi. Itu harus disosialisasikan secara jelas agar masyarakat tidak salah paham,” tambahnya.

Desakan dari DPRD ini menjadi sinyal kuat agar Pemkot Bogor lebih transparan dan aktif melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan kebijakan. Sosialisasi yang masif dan komprehensif dinilai penting untuk meredam polemik sekaligus membangun kepercayaan publik.

DPRD berharap, ke depan Pemkot segera mengambil langkah konkret dengan memperluas sosialisasi hingga ke tingkat warga terdampak, sehingga rencana pembangunan PSEL dapat berjalan dengan dukungan masyarakat.

Komentar