Keributan di Kawasan Graha Raya Tangerang, Aparat Gabungan Gelar Razia

RASIOO.id – Aparat gabungan menggelar operasi penertiban di kawasan Graha Raya, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, menyusul laporan masyarakat terkait aktivitas konsumsi minuman keras (miras) dan keributan yang kerap terjadi di area tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, operasi tersebut melibatkan personel Polsek Pinang bersama unsur kelurahan, kecamatan, Satpol PP, Koramil, tokoh masyarakat, serta pihak manajemen kawasan. Dalam kegiatan itu, petugas juga menemukan sejumlah botol miras yang dibawa pengunjung dari luar area ke kawasan Kopi Kenangan Graha Raya.

Kapolsek Pinang, IPTU Adityo Wijanarko, mengatakan operasi penertiban dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan warga yang merasa resah dengan aktivitas sekelompok pemuda di kawasan tersebut.

“Kegiatan ini merupakan respons cepat atas laporan masyarakat terkait adanya aktivitas konsumsi minuman keras dan keributan yang mengganggu ketertiban umum di kawasan Graha Raya,” ujar Adityo, Minggu, 10 Mei 2026.

Ia menegaskan, kepolisian bersama aparat gabungan akan terus melakukan patroli dan penertiban guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

Menurutnya, penertiban difokuskan pada titik-titik yang kerap dijadikan lokasi berkumpul yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kami tidak akan mentolerir tindakan yang mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat. Siapa pun yang membuat onar dan melanggar aturan akan kami tindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.

Menanggapi kegiatan tersebut, penanggung jawab keamanan Kopi Kenangan Graha Raya, Ismail, mengapresiasi langkah aparat yang dinilai cepat dalam merespons keresahan warga dan pengelola kawasan.

“Untuk kegiatan ini saya cukup berterima kasih, karena beberapa kali di area Kopi Kenangan, khususnya di parkirannya, sering terjadi keributan,” kata Ismail.

Ia menjelaskan, keributan biasanya dipicu oleh sejumlah pengunjung yang sengaja membawa minuman keras dari luar dan mengonsumsinya di area parkir.

Menurut Ismail, sepanjang tahun 2026 sedikitnya sudah terjadi empat kali insiden keributan serupa di lokasi tersebut.

“Sudah hampir keempat kalinya mungkin ini. Memang sengaja mereka membawa minuman dari luar,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas pelaku keributan bukan berasal dari lingkungan sekitar Graha Raya, melainkan dari luar wilayah yang menjadikan area tersebut sebagai tempat berkumpul.

“Kebanyakan dari orang-orang luar. Sementara yang ribut-ribut juga sebenarnya bukan orang-orang sini,” katanya.

Pihak keamanan internal, lanjut Ismail, sebenarnya telah beberapa kali memberikan teguran dan melakukan penertiban secara mandiri. Namun upaya tersebut tidak diindahkan oleh para pengunjung.

“Kami dari pihak keamanan sudah beberapa kali memberikan teguran, tetapi tidak diindahkan karena mungkin mereka menganggap bukan aparat yang menegur,” tandasnya.

Komentar