Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan, prioritas penerimaan di SMP Negeri akan diberikan kepada siswa yang masuk kategori Desil 1 sampai 5 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah.
“Sekarang ini prioritas yang masuk sekolah negeri itu adalah dari Desil 1 sampai 5. Jadi ini prioritas,” ujar Dedie di Balaikota Bogor, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia mengatakan, saat ini terdapat 23 SMP Negeri di Kota Bogor yang akan memprioritaskan siswa dari kelompok tersebut.
Selain itu, Pemkot Bogor juga menyiapkan program bantuan pendidikan bagi siswa kurang mampu yang harus bersekolah di swasta. Kuota bantuan yang disiapkan mencapai 2.000 siswa.
“Daripada terus mengeluarkan anggaran miliaran rupiah untuk mensubsidi ribuan siswa di sekolah swasta, pemerintah menilai akan lebih efektif jika anak-anak yang kesulitan ekonomi langsung ditampung di sekolah negeri sehingga urusan biaya pendidikan benar-benar tuntas,” kata Dedie.
Ia menyebut, dengan skema bantuan Rp3 juta per siswa per tahun, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp6 miliar.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Harry Karnadi menjelaskan, program beasiswa tersebut lahir dari banyaknya aspirasi masyarakat terkait keterbatasan daya tampung SMP Negeri.
“Banyak aspirasi yang meminta warga itu tidak bisa masuk sekolah melanjutkan karena harus bayar sejumlah uang di sekolah swasta,” ujar Harry.
Menurutnya, program ini dibuat untuk mencegah siswa dari keluarga kurang mampu mengalami putus sekolah ketika tidak tertampung di sekolah negeri.
Ia menjelaskan, siswa yang ingin mendapatkan beasiswa tetap harus mengikuti sistem pendaftaran yang telah disiapkan. Nantinya, sekolah swasta yang bekerja sama dengan Disdik akan melaporkan data siswa kepada Dinas Pendidikan untuk diverifikasi berdasarkan data DTKS dan kategori desil.
“Kalau masuk berarti dia berhak menerima beasiswa itu,” katanya.
Meski begitu, Harry menegaskan bahwa kuota bantuan tetap dibatasi sebanyak 2.000 siswa.
“Jadi nanti mungkin ada desil 5 tapi tidak dapat beasiswa karena kuota kita hanya 2 ribu siswa,” ujarnya.
Saat ini, terdapat sekitar 67 sekolah swasta umum dan 21 Madrasah Tsanawiyah yang telah bekerja sama dalam program tersebut.
Beasiswa yang diberikan sebesar Rp3 juta per tahun dan akan terus diberikan hingga siswa lulus sekolah.
Harry menambahkan, dana bantuan nantinya akan langsung ditransfer ke rekening sekolah, bukan kepada siswa penerima.
“Siswa tidak diperbolehkan mencairkan dana beasiswa tersebut. Dana langsung dikelola sekolah, sedangkan siswa menerima layanan pendidikannya,” tutupnya.










Komentar