SPMB Kota Bogor 2026 Resmi Dibuka, Kuota SMP Negeri Tembus 7.160 Siswa, Ini Jadwal dan Jalurnya

RASIOO.id – Pemerintah Kota Bogor resmi mengumumkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri.
Dalam pelaksanaannya tahun ini, Pemkot Bogor menegaskan komitmennya menghadirkan proses penerimaan siswa yang lebih transparan, adil, dan minim kecurangan.

Komitmen tersebut ditandai melalui penandatanganan dukungan pelaksanaan SPMB yang digelar di Ruang Paseban Sri Bima, Balaikota Bogor, Selasa, 12 Mei 2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan terdapat empat jalur penerimaan untuk jenjang SMP negeri, yakni jalur afirmasi, domisili, prestasi, dan mutasi orang tua.

“Jalur untuk masuk SMP negeri ada empat, yaitu afirmasi, domisili, prestasi, dan mutasi. Jalurnya hampir sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Dedie.

Ia menjelaskan, pembagian kuota dilakukan secara proporsional guna meminimalisasi potensi kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru.

“Untuk domisili kota 90 persen, luar kota 10 persen. Kemudian jalur mutasi orang tua sebesar 5 persen. Jadi memang sudah kita coba minimalisir bibit-bibit kecurangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, memaparkan total kuota penerimaan siswa SMP negeri tahun 2026 mencapai sekitar 7.160 siswa.

“Untuk SMP total kuotanya sekitar 7.160 siswa. Rinciannya 40 persen jalur domisili, 25 persen afirmasi, 5 persen mutasi, dan 30 persen jalur prestasi,” jelas Herry.

Sedangkan untuk jenjang SD negeri, sistem penerimaan hanya menggunakan tiga jalur, yakni domisili, afirmasi, dan mutasi.

“Untuk SD, jalur domisili 70 persen, afirmasi 25 persen, dan mutasi 5 persen,” tambahnya.

Dinas Pendidikan Kota Bogor juga mulai melakukan tahapan verifikasi dan validasi data kependudukan menjelang pembukaan pendaftaran resmi.

Herry menjelaskan, mulai 11 Mei hingga 1 Juni 2026 akan dilakukan proses verval data bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), termasuk pengecekan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Setelah proses verval selesai, pada 2 Juni 2026 siswa baru sudah bisa memilih sekolah dan jalur pendaftaran, apakah domisili, afirmasi, prestasi, atau mutasi dengan pilihan sekolah satu, dua, dan tiga,” tuturnya.

Untuk jadwal pengumuman hasil seleksi, jenjang SD akan diumumkan lebih awal dibanding SMP.

“Pengumuman SD lebih cepat, yakni tanggal 22 Juni 2026. Sedangkan SMP tanggal 1 Juli 2026,” kata Herry.

Ia menyebut perbedaan waktu pengumuman terjadi karena proses seleksi SD lebih sederhana dan tidak memiliki jalur prestasi seperti pada jenjang SMP.

“SD lebih singkat karena tidak ada jalur prestasi, hanya domisili, afirmasi, dan mutasi. Makanya pengumumannya bisa lebih cepat,” pungkasnya.

Komentar

Rekomendasi Untuk Anda