RASIOO.id – Semangat pelestarian budaya dan kecintaan terhadap sepeda tua kembali bergelora. Puluhan onthelis dari Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Provinsi Banten resmi memulai touring panjang menuju ajang dunia International Veteran Cycle Association (IVCA) 2026 di Klaten, Jawa Tengah.
Dengan mengenakan atribut khas dan penuh semangat, rombongan diberangkatkan dari kawasan Taman Elektrik Puspemkot Tangerang, Kamis 14 Mei 2026. Kayuhan mereka bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan membawa misi budaya, persaudaraan, hingga kampanye hidup sehat dan ramah lingkungan.
Ajang IVCA 2026 sendiri menjadi momentum istimewa bagi Indonesia. Event komunitas sepeda tua terbesar dunia itu akan diawali dengan simposium sepeda di Yogyakarta pada 19 Mei 2026, sebelum memasuki puncak acara pada 22–24 Mei 2026 di Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.
Sekretaris KOSTI Kota Tangerang, R. Iksanudin mengatakan, keberangkatan rombongan Banten menjadi bentuk partisipasi aktif dalam menyukseskan event internasional yang digelar dua tahun sekali tersebut.
“Pagi ini puluhan rombongan asal Banten melakukan start dari Taman Elektrik Puspem Kota Tangerang menuju Klaten menggunakan sepeda onthel,” ujarnya.
Menurutnya, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah IVCA 2026 menjadi kebanggaan besar bagi komunitas sepeda tua nasional. Terlebih, hingga kini sebanyak 48 negara disebut telah mengonfirmasi kehadiran dalam event internasional tersebut.
Tak hanya menghadirkan parade sepeda klasik dari berbagai negara, IVCA 2026 juga akan diramaikan dengan pameran sepeda tua, sepeda balap klasik, sepeda kargo, hingga pasar sparepart langka yang dibawa langsung kolektor dari Eropa.
“Untuk KOSTI sendiri ada agenda penting seperti pelantikan pengurus DPP dan Rapat Kerja Nasional,” jelas Iksanudin.
Yang menarik, delegasi Banten disebut akan tampil berbeda dibanding peserta lainnya. Mereka berencana mengenakan pakaian adat Baduy saat mengikuti rangkaian acara dan parade sepeda di Klaten.
Dengan balutan budaya lokal dan yel-yel khas Banten, rombongan onthelis ini siap mencuri perhatian sekaligus bersaing memperebutkan Piala Gubernur Jawa Tengah.
Lebih jauh, Iksanudin menegaskan bahwa kegiatan mengontel bukan hanya soal hobi semata. Baginya, sepeda tua merupakan bagian dari identitas sejarah bangsa yang harus terus dijaga keberadaannya.
“Sepeda adalah solusi tanpa polusi. Di tengah isu kenaikan BBM, bersepeda menjadi jawaban yang sehat dan ramah lingkungan. Kami berharap generasi muda terus melestarikan sepeda tua sebagai identitas bangsa,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua KORMI Kota Tangerang, Sulfi Afriadi turut memberikan apresiasi atas semangat para peserta touring. Menurutnya, gerakan bersepeda sejalan dengan program Pemerintah Kota Tangerang dalam mendorong olahraga masyarakat yang murah, sehat, dan menyenangkan.
“Apresiasi atas dilepasnya rombongan sepeda onthel dari Kota Tangerang. Tetap jaga kesehatan dan hati-hati selama perjalanan,” pesannya.
Kegiatan pelepasan touring budaya tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Sekretaris Dinas Budaya dan Pariwisata Nana Cisyana, Kabag Umum Agus, Dewan Penasehat KOSTI DPP Pusat KH Syarif Rahmat, hingga jajaran komunitas sepeda tua dari berbagai wilayah di Banten.














Komentar