RASIOO.id — Perdagangan pasar saham Indonesia ditutup di zona merah pada sesi perdagangan hari ini. IHSG tercatat anjlok tajam sebesar 1,85 persen ke level 6.599,24 setelah sempat menyentuh titik terendah di angka 6.398,78.
Tekanan besar di pasar dipicu kombinasi sentimen negatif global, aksi jual bersih investor asing, hingga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang mulai memicu kekhawatiran pelaku pasar dan dunia usaha.
Sejak awal perdagangan, tekanan jual terus mendominasi hampir di seluruh sektor saham. Investor terlihat memilih melakukan aksi ambil untung dan mengurangi risiko di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi global.
Pelemahan rupiah terhadap dolar AS turut memperburuk kondisi pasar. Situasi tersebut dinilai dapat meningkatkan tekanan terhadap sektor industri yang bergantung pada impor maupun pembiayaan berbasis mata uang asing.
Analis pasar menilai gejolak eksternal masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan pasar domestik. Kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi global dan arus modal asing membuat pergerakan IHSG semakin tertekan sepanjang perdagangan.
Meski demikian, sejumlah pelaku pasar berharap kondisi ini bersifat sementara dan pasar dapat kembali stabil apabila sentimen global mulai mereda serta nilai tukar rupiah kembali menguat dalam beberapa waktu ke depan.








Komentar