Pembangunan jalan baru tersebut menjadi langkah besar dalam meningkatkan konektivitas wilayah selatan Kota Bogor sekaligus menata kawasan Batutulis menjadi destinasi wisata yang lebih tertata, nyaman, dan aman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan proyek fisik resmi dimulai setelah proses serah terima pekerjaan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kepada kontraktor pelaksana, PT Promix Prima Karya.
“Alhamdulillah seluruh proses lelang konstruksi telah selesai dan pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita kini resmi dimulai,” ujarnya.
Sebelum tahap pembangunan dilakukan, Pemerintah Kota Bogor lebih dahulu menuntaskan proses pembebasan lahan seluas sekitar 4.900 meter persegi. Setelah melalui proses panjang selama hampir satu tahun, proyek akhirnya masuk tahap pengerjaan fisik dengan durasi pelaksanaan selama 163 hari kalender.
Tak tanggung-tanggung, anggaran sebesar Rp21,2 miliar dari APBD Provinsi Jawa Barat digelontorkan untuk merealisasikan proyek tersebut. Pekerjaan yang dilakukan bukan hanya pembangunan jalan baru sepanjang 300 meter, tetapi juga penguatan tebing, pembangunan jalur pedestrian, taman kota, hingga kawasan hijau Leuweung Batutulis.
Menurut Dedie Rachim, konsep pembangunan kawasan ini tidak hanya berfokus pada akses jalan, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang terintegrasi dengan nuansa heritage khas Bogor.
“Ke depan kawasan ini akan menjadi satu kesatuan antara jalan baru, taman, dan Leuweung Batutulis sehingga memiliki daya tarik wisata baru,” katanya.
Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, berharap proyek ini mampu menghadirkan ikon baru di Kota Bogor, khususnya di kawasan bersejarah Batutulis.
Ia menjelaskan, pembangunan mencakup jalan baru, pedestrian kawasan Sumur Tujuh, hingga penataan ruang hijau yang dirancang untuk mempercantik kawasan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menyebut pembangunan ini menjadi momentum penting dalam penataan kawasan heritage agar lebih hidup dan memiliki nilai wisata yang kuat.
“Bukan hanya membangun jalan, tetapi juga menciptakan kawasan terpadu yang nyaman dan menarik bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, memastikan pengerjaan konstruksi akan segera berjalan dengan dimulainya mobilisasi alat berat sejak pertengahan Mei 2026.
Tak hanya itu, proyek ini juga membawa dampak ekonomi bagi warga sekitar karena melibatkan sekitar 15 hingga 20 tenaga kerja lokal dalam proses pembangunan.
“Warga lokal akan dilibatkan sesuai kemampuan yang dimiliki, mulai dari pekerja lapangan hingga tenaga pendukung lainnya,” kata Jenal.
Ia menegaskan aparat wilayah seperti camat, lurah, hingga RW turut dilibatkan untuk memastikan proses pembangunan berjalan lancar dan masyarakat mendapatkan informasi yang jelas terkait proyek tersebut.
Keberadaan Jalan Saleh Danasasmita sendiri dinilai sangat penting karena menjadi salah satu akses utama menuju sejumlah kawasan strategis di Bogor Selatan, termasuk mendukung mobilitas saat pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat yang akan digelar pada November mendatang.
Dengan pembangunan ini, kawasan Batutulis diproyeksikan tidak hanya menjadi jalur penghubung baru, tetapi juga ikon wisata heritage modern yang memperkuat daya tarik Kota Bogor di masa depan.







Komentar