RASIOO.id – Camat Bogor Timur, Uay Sutiawan menargetkan ratusan anak putus sekolah kembali mendapatkan akses pendidikan melalui program Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dalam momentum Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
Program tersebut digagas sebagai upaya menekan angka putus sekolah di wilayah Bogor Timur yang hingga 2025 tercatat mencapai ratusan anak usia sekolah.
“Di tempat kita ini masih ada anak yang putus sekolah. Jumlahnya sampai 10 ribu dan yang sudah diverifikasi ada sekitar 6 ribuan. Termasuk di Bogor Timur, kurang lebih ada hampir 629 anak yang putus sekolah,” ujar Uay di Kecamatan Bogor Timur, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menjelaskan, program tersebut bermula setelah adanya kunjungan Wali Kota Bogor dalam agenda Standar Pelayanan Minimal (SPM), khususnya di bidang pendidikan.
Saat kegiatan Posyandu berlangsung, ditemukan salah satu anak usia sekolah yang ingin kembali belajar namun belum memiliki akses pendidikan.
“Pada saat ada kegiatan Posyandu, ada salah satu warga yang berada di usia sekolah, tetapi ingin sekolah,” katanya.
Dari temuan itu, anak tersebut diarahkan untuk masuk ke PKBM agar tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Uay mengaku langsung menggelar rapat bersama pihak PKBM, kelurahan, dan jajaran kecamatan pada Senin, 19 Mei 2026 untuk mempercepat pembentukan dan pelaksanaan program tersebut.
“Akhirnya, Senin saya mengadakan rapat dengan sebuah PKBM, pihak kelurahan, dan jajaran kecamatan untuk membentuk PKBM,” ujarnya.
Menurutnya, program ini berjalan sepenuhnya secara swadaya tanpa menggunakan anggaran pemerintah.
“Jadi semuanya bersifat swadaya. Tidak ada anggaran satu rupiah pun dari negara,” tegasnya.
Momentum HJB ke-544 kemudian dimanfaatkan untuk membuka pendaftaran bagi anak-anak putus sekolah di wilayah Bogor Timur.
Ia menyebut seluruh lurah ikut bergerak melakukan pendataan dan sosialisasi kepada masyarakat terkait program tersebut.
“Sehingga target kita, di momen Hari Jadi Bogor ke-544 ini, adalah untuk penerimaan di Bogor Timur agar target bisa tercapai,” jelasnya.
Program ini juga mendapat dukungan dari Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin serta sejumlah BUMD di Kota Bogor seperti Bank BJB, Bank Kota Bogor, PD Pasar, hingga PDAM Tirta Pakuan.
Bantuan yang diberikan berupa doorprize dan dukungan kegiatan untuk menarik minat masyarakat mengikuti program PKBM.
Pendataan dan pendaftaran dibuka selama tiga hari mulai 20 hingga 22 Mei 2026. Warga yang ingin mendaftar dapat langsung datang ke lokasi pendaftaran atau melalui sistem jemput bola yang dilakukan pihak PKBM di setiap wilayah.
Untuk memperluas informasi, pihak kecamatan juga telah menggerakkan RT, RW, dan kader Posyandu agar aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Kita kan tahu salah satu dari 6 SPM itu adalah bidang pendidikan. Jadi, mereka membantu kita untuk sistem jemput bola,” tutup Uay.














Komentar