RASIOO.id — Pemerintah Kabupaten Bogor terus mempercepat transformasi digital di lingkungan pemerintahan. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, Pemkab Bogor mulai melakukan Audit Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Tahun 2026 guna memastikan sistem digital di setiap perangkat daerah berjalan aman, efektif, dan terintegrasi.
Program audit tersebut menyasar 10 perangkat daerah dan sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) sebagai langkah memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi standar pengelolaan TIK kepada seluruh SKPD di Kabupaten Bogor, sebelum akhirnya dilakukan pemeriksaan langsung atau visitasi lapangan sejak 12 Mei hingga 4 Juni 2026.
Sejumlah instansi yang telah menjalani audit di antaranya Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Bapperida Kabupaten Bogor, hingga rumah sakit daerah seperti RSUD Bhakti Pajajaran, RSUD Idham Chalid, dan RSUD Moh Noh Nur Leuwiliang.
Tak berhenti di situ, audit serupa juga direncanakan akan menyasar kantor kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Bogor pada Juli hingga Agustus mendatang.
Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal mengatakan, audit TIK dilakukan untuk mengevaluasi kesiapan infrastruktur digital, pengelolaan aplikasi, keamanan data, hingga efektivitas sistem teknologi yang digunakan perangkat daerah.
Menurutnya, langkah ini penting agar sistem pemerintahan berbasis digital mampu berjalan optimal dan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Melalui audit ini kami ingin memastikan seluruh perangkat daerah memahami pentingnya tata kelola TIK yang baik agar pelayanan publik semakin cepat, aman, dan efisien,” ujarnya.
Selain memeriksa infrastruktur dan aplikasi, audit juga difokuskan pada aspek keamanan sistem serta kepatuhan terhadap regulasi internal maupun aturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan sistem yang terkelola baik, pemerintah berharap pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih stabil dan minim gangguan teknis.
Bambang menambahkan, transformasi digital bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi juga membangun budaya kerja pemerintahan yang modern, terintegrasi, dan akuntabel.
“Kami berharap audit ini dapat mendorong seluruh perangkat daerah semakin siap menghadapi era digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Bogor,” katanya.















Komentar