RASIOO.id– Kenaikan harga bahan pokok kembali membuat masyarakat resah. Sejumlah komoditas pangan utama terpantau mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir, mulai dari cabai, bawang merah, hingga daging sapi. Kondisi ini langsung berdampak pada pengeluaran rumah tangga yang semakin membengkak.
Berdasarkan data panel harga pangan nasional terbaru, kenaikan terjadi hampir merata di berbagai komoditas kebutuhan sehari-hari. Bahkan, beberapa jenis bahan pangan mengalami lonjakan cukup tajam yang membuat daya beli masyarakat mulai tertekan.
Cabai rawit hijau menjadi komoditas dengan kenaikan paling tinggi. Harga cabai jenis ini melonjak hingga 9,41 persen dan kini menyentuh angka Rp54.050 per kilogram. Lonjakan tersebut membuat pedagang maupun pembeli mulai mengeluhkan tingginya harga di pasaran.
Tak hanya cabai, bawang merah juga mengalami kenaikan signifikan. Harga komoditas dapur utama itu naik sekitar 3,21 persen menjadi Rp36.960 per kilogram.
Sementara itu, harga daging sapi murni turut mengalami kenaikan meski tidak terlalu besar. Saat ini rata-rata harga nasional mencapai Rp135.530 per kilogram atau naik sekitar 0,53 persen dibanding sebelumnya.
Di sisi lain, harga beras premium masih bertahan tinggi di kisaran Rp15.420 per kilogram. Kondisi tersebut membuat beban belanja rumah tangga semakin berat karena beras merupakan kebutuhan pokok utama masyarakat Indonesia.
Sejumlah faktor disebut menjadi penyebab naiknya harga pangan. Salah satu pemicu utamanya adalah kondisi cuaca yang tidak menentu di beberapa daerah sentra produksi. Cuaca ekstrem dinilai menghambat proses panen dan distribusi pasokan ke pasar-pasar induk nasional.
Akibat terganggunya distribusi, stok sejumlah komoditas di pasar mengalami penurunan sehingga memicu kenaikan harga di tingkat pedagang maupun konsumen.
Jika kondisi cuaca buruk terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga sejumlah bahan pokok masih akan mengalami kenaikan dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat pun berharap pemerintah segera mengambil langkah stabilisasi agar harga pangan kembali terkendali dan tidak semakin membebani kebutuhan sehari-hari.










Komentar