RASIOO.id – Kelurahan Sukaresmi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor terus mendorong pengelolaan sampah berbasis lingkungan di tingkat warga. Salah satu langkah nyatanya dilakukan melalui budidaya baby maggot di wilayah RW 05 dan RT 01 untuk mengurangi sampah organik rumah tangga.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan sampah dari hulu agar volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bisa ditekan.
Lurah Sukaresmi, Yayan Hariansyah mengatakan, persoalan sampah di lingkungan permukiman masih menjadi tantangan yang perlu ditangani bersama. Karena itu, pihak kelurahan rutin menggelar kegiatan kebersihan hingga edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.
“Di kita ada kegiatan setiap akhir pekan, kita melakukan koordinasi dan kegiatan bebersih di wilayah. Kegiatan yang sudah kita lakukan di stockpile di RW 02 salah satunya itu,” ujar Yayan.
Menurutnya, Kelurahan Sukaresmi juga menggandeng DLH Kota Bogor dalam sosialisasi pengelolaan sampah agar warga tidak hanya membuang atau mengumpulkan sampah, tetapi mulai memahami cara mengelolanya menjadi sesuatu yang bernilai guna.
“Selanjutnya, kita sosialisasi juga terkait dengan pengelolaan sampah yang kita kerja samakan dengan Dinas Lingkungan Hidup,” tambahnya.
Sosialisasi tersebut digelar pekan lalu dengan melibatkan warga dan kader lingkungan di RW 06. Dalam kegiatan itu, masyarakat diberikan pemahaman mengenai teknis pengolahan sampah organik hingga pemanfaatannya.
Tak hanya berhenti pada edukasi, penerapan langsung juga mulai dijalankan di lingkungan rumah tangga melalui metode biologis menggunakan maggot atau larva Black Soldier Fly (BSF).
Yayan menjelaskan, bantuan bibit baby maggot dari DLH kini mulai dibudidayakan warga di RW 05 dan RT 01. Program tersebut juga dibarengi dengan pemilahan sampah dari rumah tangga.
“Di RW 05, kita bekerja sama juga dengan Dinas Lingkungan Hidup mengajukan bantuan bibit baby maggot. Jadi di RW 05 sudah mulai dari rumah tangga ada pemilahan sampah dan di RT 01 sudah ada pengembangan dari maggot yang tentunya bisa menjadi bagian dari pengelolaan sampah tersebut,” jelasnya.
Melalui kolaborasi antara warga, kelurahan, dan DLH Kota Bogor itu, diharapkan pengurangan sampah dapat dilakukan langsung dari lingkungan permukiman. Selain mengurangi beban TPA, program ini juga dinilai mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, asri, dan minim potensi bencana lingkungan.














Komentar