RASIOO.id — Momentum Hari Jadi Bogor ke-544 tak hanya diwarnai seremoni dan perayaan. Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menghadirkan aksi nyata yang menyentuh hati dengan membantu melunasi tunggakan pendidikan seorang siswi di Kota Bogor hingga akhirnya bisa kembali memegang ijazah yang tertahan selama dua tahun.
Siswi tersebut adalah Siti Fadiyah Sanjaya, pelajar dari Pesantren Persatuan Islam 112 Bogor, yang selama ini belum dapat mengambil ijazah karena terkendala tunggakan biaya pendidikan.
Didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin mendatangi langsung kediaman Fadiyah di kawasan Warung Jambu pada Jumat (22/5/2026). Kehadiran rombongan pemerintah itu disambut haru oleh keluarga.
Jenal mengatakan, rangkaian kegiatan HJB tahun ini tidak hanya fokus pada hiburan, tetapi juga menghadirkan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Dalam momentum HJB ini kami ingin memberikan hadiah yang bermanfaat dan berdampak langsung bagi warga Kota Bogor,” ujar Jenal.
Ia menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Kota Bogor juga telah menggelar program bantuan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) bagi ratusan anak putus sekolah.
“Kemarin ada sekitar 544 anak putus sekolah yang kami tampung melalui program PKBM secara gratis sampai mereka mendapatkan ijazah,” katanya.
Kini, bantuan serupa kembali diberikan kepada Fadiyah yang sempat kesulitan mengambil ijazah akibat tunggakan bersama sang kakak yang nilainya mencapai lebih dari Rp3 juta.
Selama dua tahun, ijazah tersebut tertahan. Meski demikian, Fadiyah tetap berusaha melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA di lingkungan sekolah yang sama dan mendapatkan toleransi dari pihak sekolah.
Fadiyah mengaku tak menyangka rumahnya akan didatangi langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.
“Saya sangat senang dan bersyukur sekali,” ungkapnya haru.
Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dedie A. Rachim dan Jenal Mutaqin atas bantuan yang diberikan kepada dirinya dan keluarga.
“Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor. Jazakumullah khairan katsiran,” ucap Fadiyah.
Langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor itu mendapat apresiasi masyarakat karena dinilai menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap akses pendidikan bagi warga kurang mampu, sekaligus memastikan tidak ada anak yang kehilangan masa depan hanya karena persoalan ekonomi.





Komentar