Tebing Penahan Tanah di Cimande Longsor, Jalan Lumpuh Total dan Dua Rumah Warga Terancam Ambruk

RASIOO.id– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor kembali memicu bencana longsor. Kali ini, tebing penahan tanah (TPT) di Kampung Nagoh Babakan, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, mengalami longsor hingga menutup total akses jalan lingkungan warga.

Berdasarkan laporan terbaru dari BPBD Kabupaten Bogor per Sabtu (23/5/2026), penanganan darurat kini difokuskan pada pembersihan material longsoran berupa tanah, batu, dan puing beton yang sempat membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas sama sekali.

Longsor terjadi setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Struktur TPT yang ambruk diketahui memiliki panjang sekitar lima meter dengan tinggi mencapai empat meter.

Tak hanya memutus akses jalan warga, kondisi longsor juga mengancam keselamatan permukiman di sekitar lokasi. Dua unit rumah yang berada tepat di atas lereng dilaporkan berada dalam kondisi rawan karena fondasi bangunan mulai mengalami pergerakan tanah dan berpotensi ikut ambrol jika hujan kembali turun.

Petugas BPBD bersama perangkat desa dan masyarakat setempat langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian. Dengan peralatan seadanya, warga bergotong royong membersihkan material longsoran agar akses jalan bisa kembali digunakan masyarakat.

“Penanganan sementara difokuskan pada pembukaan akses jalan dan pengamanan area longsor agar tidak meluas,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Selain melakukan pembersihan material, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor juga mendistribusikan terpal berukuran besar untuk menutup bagian mahkota longsor. Langkah ini dilakukan guna mencegah air hujan kembali meresap ke dalam tanah yang masih labil dan berpotensi memicu longsor susulan.

Situasi di lokasi hingga kini masih dipantau secara intensif mengingat kondisi tanah di lereng Cimande dilaporkan masih bergerak.

BPBD juga telah mengeluarkan rekomendasi kepada penghuni dua rumah yang terancam agar segera mengungsi sementara ke rumah kerabat atau lokasi yang lebih aman selama intensitas hujan masih tinggi.

Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama masyarakat yang tinggal di sekitar tebing dan daerah rawan pergerakan tanah.

Bencana ini kembali menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Bogor dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir di sejumlah wilayah.

Komentar