Terungkap! Pembunuhan Wanita di Kota Bogor Berawal dari Dendam Lama, Korban Dijerat Dasi dan Dibuang di Flyover

RASIOO.id – Kasus pembunuhan tragis terhadap seorang wanita berinisial AA yang jasadnya ditemukan di kawasan Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, akhirnya berhasil diungkap pihak kepolisian. Fakta mengejutkan pun terungkap, pelaku ternyata merupakan teman lama korban semasa SMK di Kabupaten Bogor.

Kapolresta Bogor Kota Rio Wahyu Anggoro membeberkan kronologi lengkap kasus tersebut dalam konferensi pers pada Senin 25 Mei 2026.

Rio menjelaskan, pihak kepolisian menerima laporan terkait penemuan korban pada Sabtu dini hari, 23 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Dari hasil penyelidikan dan rekaman CCTV di sekitar lokasi, terlihat pelaku membuang tubuh korban di atas flyover Jalan Sholeh Iskandar sekitar pukul 01.13 WIB.

“Setelah menerima laporan, kami langsung melakukan olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi, hingga akhirnya mengidentifikasi terduga pelaku berinisial M F,” ujar Rio.

Tak butuh waktu lama, aparat gabungan dari Polresta Bogor Kota dan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat bergerak melakukan pengejaran intensif terhadap pelaku.

“Pukul 04.00 WIB kami langsung berkoordinasi dengan Ditkrimum Polda Jawa Barat, khususnya Subdit Jatanras untuk membantu pengejaran,” jelasnya.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada Minggu pagi, 24 Mei 2026 sekitar pukul 07.00 WIB di ruas Tol Cisumdawu saat berupaya melarikan diri ke arah Garut.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati yang telah dipendam pelaku. Keduanya diketahui pernah bersekolah bersama di SMK wilayah Kabupaten Bogor, namun lama tidak berkomunikasi sebelum akhirnya kembali saling menghubungi melalui direct message (DM).

Mereka kemudian bertemu di kawasan Air Mancur, Kota Bogor. Dalam pertemuan itu, korban sempat menanyakan kondisi orang tua pelaku.

“Tersangka mengaku sudah tidak memiliki orang tua. Namun ada ucapan dari korban yang membuat tersangka merasa sangat sakit hati,” kata Rio.

Rasa dendam itu terus dipendam hingga dua minggu kemudian pelaku kembali mengajak korban bertemu pada Jumat, 22 Mei 2026. Tanpa diketahui korban, pelaku ternyata telah mempersiapkan sejumlah alat untuk melancarkan aksinya.

Saat berada di dalam mobil, pelaku sempat memperlihatkan sebilah golok dan mengancam korban. Pelaku juga sempat meminta sejumlah uang dengan dalih “damai” agar korban selamat.

Namun korban menolak permintaan tersebut.

“Di situlah pelaku melakukan aksinya di dalam mobil, di sekitar kawasan dekat Stadion Pakansari,” ungkap Rio.

Korban kemudian dijerat menggunakan dasi yang telah disiapkan pelaku hingga tak sadarkan diri. Setelah itu, korban dibawa berkeliling di dalam kendaraan.

Menurut pengakuan pelaku, saat kendaraan memasuki kawasan Yasmin hingga Jalan Sholeh Iskandar, korban sempat menunjukkan tanda-tanda masih bergerak.

“Pelaku mengaku korban masih bergerak-gerak ketika memasuki area Yasmin,” lanjutnya.

Tak lama kemudian, korban dibuang di atas flyover Jalan Sholeh Iskandar hingga akhirnya meninggal dunia.

Kasus ini kini masih terus dikembangkan pihak kepolisian untuk mendalami kemungkinan adanya unsur lain dalam aksi pembunuhan tersebut.

Komentar