Namun, wisuda kali ini bukan sekadar seremoni akademik. Rektor Universitas Raharja, Prof. Dr. Po Abas Sunarya, menegaskan bahwa gelar sarjana merupakan awal dari perjuangan baru dalam menghadapi tantangan kehidupan nyata di tengah masyarakat yang terus berubah.
Dalam sambutannya, Prof. Po Abas mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan kecerdasan akademik, tetapi juga mampu menjunjung tinggi integritas dan kemampuan beradaptasi di era modern.
“Ilmu yang diperoleh selama kuliah harus bisa diterapkan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat luas, bukan hanya untuk kepentingan pribadi maupun kelompok,” ujarnya usai prosesi wisuda.
Ia menyebut, dunia saat ini bergerak sangat cepat sehingga para lulusan dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, teknologi, dan kebutuhan industri yang terus berubah.
Menurutnya, wisuda tahun ini menjadi momentum spesial karena Universitas Raharja juga meluluskan angkatan pertama dari program studi baru yang telah dipersiapkan sejak empat tahun terakhir.
Pihak kampus, kata dia, selalu melakukan kajian ilmiah sebelum membuka program studi baru agar selaras dengan kebutuhan bangsa dan dunia kerja. Langkah itu dilakukan untuk menghindari ketimpangan antara jumlah lulusan dan kebutuhan lapangan pekerjaan.
“Kami ingin menciptakan lulusan yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar menambah jumlah sarjana,” katanya.
Selain itu, Prof. Po Abas berharap para alumni Universitas Raharja mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, baik sebagai akademisi, profesional, maupun mitra strategis bagi pemerintah dan dunia usaha.
Ia juga menegaskan bahwa setiap perguruan tinggi memiliki misi yang sama, yakni mencetak generasi terbaik yang mampu membawa perubahan positif dalam kehidupan.
“Keberhasilan perguruan tinggi bukan hanya soal predikat unggul, tetapi bagaimana lulusannya mampu memperbaiki masa depan dirinya dan memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.















Komentar